Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Telematika, Roy Suryo, menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rabu (20/8).
Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih enam jam. Roy mendapat 118 pertanyaan yang dituangkan dalam 52 halaman berita acara pemeriksaan (BAP) dan ditandatangani dalam 24 berkas.
Pertanyaan yang diajukan seputar data diri, latar belakang telematika. Roy menilai sebagian besar pertanyaan tidak berkaitan langsung dengan dirinya. Ia mengaku ditunjukkan 37 tautan konten, namun menurutnya hanya sebagian kecil yang melibatkan dirinya.
"Saya tegaskan, seorang saksi hanya boleh menyampaikan apa yang dia lihat dan dengar sendiri, bukan pendapat atau dugaan. Maka dari itu, saya hanya menjawab sesuai yang saya alami,” kata Roy usai pemeriksaan, Rabu (20/8).
Roy juga menekankan bahwa dirinya tidak memiliki akun YouTube. Kehadirannya di televisi, menurutnya, murni karena undangan sebagai narasumber. Ia bahkan membela media dengan mengingatkan bahwa pers dilindungi oleh UU Nomor 40 tentang Pers.
Selama pemeriksaan, Roy menyebut sempat menjelaskan sejumlah regulasi kepada penyidik, termasuk UU ITE serta Pasal 160 KUHP tentang penghasutan.
Ia menambahkan, perbedaan dengan pemeriksaan sebelumnya adalah jumlah link yang ditanyakan meningkat dari 26 menjadi 37. Meski begitu, mayoritas, kata Roy, tidak ada kaitannya dengan dirinya.
Selain itu, Roy mengaku ditanya mengenai buku *Jokowis White Paper*. Meski tidak masuk BAP, ia menjelaskan bahwa buku tersebut berbasis tiga bidang ilmu: telematika, multimedia digital, dan analog.
"Intinya, saksi tidak boleh memberikan keterangan yang tidak dia lihat atau dengar langsung. Itu namanya testimonium de auditu, yang tidak punya nilai pembuktian," ujarnya.
Di akhir keterangannya, Roy menyampaikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya yang menurutnya telah bekerja secara profesional selama pemeriksaan. (MetroTV/P-4)
Simak profil lengkap Komjen (Purn) Oegroseno, mantan Wakapolri yang dikenal vokal dan kini menjadi saksi ahli bagi Roy Suryo dalam kasus ijazah Jokowi.
ROY Suryo yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik menunjukkan fotokopi ijazah Jokowi atau Joko Widodo.
Kuasa hukum Roy Suryo cs Refly Harun menyebut ada perbedaan pada salinan fotokopi ijazah Jokowi yang ditampilkan Bareskrim Polri dan yang diperoleh dari KPU.
Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, merespons langkah penyidik Polda Metro Jaya yang kembali memeriksa Jokowi
Polisi kembali memeriksa Presiden ke-7 Joko Widodo untuk melengkapi berkas perkara Roy Suryo Cs setelah petunjuk P-19 dari Kejati DKI Jakarta. Pemeriksaan berlangsung di Solo selama dua jam.
Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno memberikan keterangan sebagai ahli meringankan tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo Cs.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved