Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jakarta, Pramono Anung, memutuskan untuk memecat salah satu direktur Bank DKI pada Selasa (8/4). Pencopotan tersebut dilakukan setelah adanya masalah berkelanjutan pada layanan bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sejak 29 Maret 2025.
Pramono menegaskan bahwa permasalahan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Menurutnya, gangguan serupa telah terjadi beberapa kali sebelumnya di Bank DKI, khususnya terkait masalah pengelolaan sistem IT yang tidak dijaga dengan baik.
"Ini sudah ketiga kalinya, dan masalahnya hampir serupa, yakni kegagalan dalam pengelolaan IT yang tidak dilaksanakan dengan optimal," ujar Pramono di DPRD Provinsi Jakarta, Rabu (9/4).
Ia juga menyebutkan bahwa gangguan layanan tersebut mengakibatkan kebocoran dana, meski ia enggan membeberkan jumlah pasti yang hilang.
"Ada kebocoran, namun jumlahnya hanya diketahui oleh direksi Bank DKI," tambahnya.
Sebagai langkah tegas, Pramono memutuskan untuk membebastugaskan Direktur IT Bank DKI. Keputusan ini berlaku mulai Selasa, bersamaan dengan rapat Pemprov Jakarta bersama jajaran direksi Bank DKI. "Kami ambil tindakan kepada Direktur IT yang sudah berulang kali gagal menangani masalah ini. Jabatan itu kini dirangkap oleh Direktur Umum," ungkapnya.
Tak hanya itu, Pramono juga meminta agar seluruh pihak yang memiliki akses password dan komputer di departemen terkait diganti.
"Saya juga telah meminta Direktur Utama untuk mengganti semua orang yang terlibat dengan sistem ini dan memilih orang-orang yang lebih kompeten," tegasnya.
Selain itu, Pramono menginstruksikan agar seluruh direksi Bank DKI dilaporkan kepada Bareskrim untuk penyelidikan lebih lanjut terkait masalah ini.
"Semua pihak yang terlibat akan dilaporkan kepada Bareskrim untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Pramono.
Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, Pramono juga meminta agar audit independen dilakukan terhadap Bank DKI untuk melacak aliran dana yang bermasalah.
"Dalam sistem digital saat ini, jejak uang akan terlihat jelas," tambahnya.
Masalah layanan di Bank DKI sebelumnya sempat mengganggu nasabah, terutama pada aplikasi JakOne Mobile yang tidak bisa digunakan untuk transaksi antarbank, pembayaran QRIS, dan pengisian saldo uang elektronik sejak sebelum Lebaran. Nasabah hanya dapat melakukan transaksi sesama Bank DKI dan penarikan uang tunai melalui ATM. (Z-10)
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengizinkan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun gedung tinggi di lahan milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Pramono menegaskan, pihaknya akan mengikuti dan tidak keberatan dengan hal itu. Justru dalam hal ini, Pramono akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada.
Per Juni 2025, laba bersih Bank Jakarta tercatat sebesar Rp421,18 miliar, tumbuh sebesar 24,42% (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp338,53 miliar.
Perubahan call name ini menandai dimulainya fase baru transformasi PT Bank DKI menuju arah yang lebih modern, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional dan regional.
Gubernur DKI Pramono Anung mengapresiasi proses konsolidasi yang dilakukan kedua bank sebagai bentuk nyata kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus wujud kolaborasi antarwilayah.
Pramono Anung menyebut, Pemprov DKI Jakarta menyediakan fasilitas mudik gratis bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman.
Program SSG merupakan solusi nyata bagi sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga prasejahtera.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan program beasiswa luar negeri untuk peserta didik Jakarta menyerupai skema Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Gubernur Pramono Anung menerbitkan surat edaran agar warga DKI Jakarta melapor ke RT/RW atau kelurahan sebelum mudik Lebaran.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta PT Transjakarta memberi sanksi tegas kepada operator bus BMP & MYS terkait kecelakaan di Swadarma akibat human error.
Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus kecelakaan TransJakarta di Swadarma. Gubernur Pramono Anung sebut faktor human error dan jam kerja sopir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved