Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob pesisir Jakarta di akhir bulan ini. BPBD DKI juga tengah mempersiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi fenomena worm moon atau bulan purnama yang berpotensi menyebabkan banjir rob pesisir Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji mengatakan pihaknya akan melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), karena dampak fenomena ini dapat semakin besar apabila disertai cuaca buruk di wilayah pesisir.
"BPBD Jakarta memulai operasi modifikasi cuaca dari 11 Maret 2025 hingga 10 hari ke depan. Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Jawa Barat juga dilakukan untuk memastikan sinergi dalam pelaksanaan modifikasi cuaca ini," jelasnya dalam keterangannya, Jumat (14/3).
Lebih lanjut, Isnawa juga memperingati para warga terkait potensi banjir rob kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir seperti wilayah yang berada di pesisir Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
"Pihaknya menyiagakan personel dan peralatan, seperti perahu karet di lokasi-lokasi rawan banjir rob untuk memastikan respons cepat saat terjadi genangan," ujarnya.
"Selain itu, BPBD juga menyiagakan layanan call center Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam untuk menangani kejadian kedaruratan termasuk dampak banjir rob," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo mengungkapkan, hal ini disebabkan fenomena bulan purnama dan super new moon.
"Adanya fenomena Bulan Purnama pada tanggal 14 Maret 2025 dan Super New Moon (fase bulan perigee dan bulan baru) pada tanggal 29 Maret 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," tutur Eko, dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/3).
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia. (H-3)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan warga agar tetap siaga menghadapi potensi banjir pesisir (banjir rob) yang diprediksi terjadi pada 4–6 Desember 2025.
BMKG memperkirakan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jakarta Utara hingga 12 November 2025 karena adanya fenomena supermoon.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajarannya untuk memitigasi banjir rob yang diprediksi akan terjadi pada akhir bulan Maret ini.
Banjir rob ini berpotensi terjadi karena adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Bulan Purnama.
Ketinggian banjir mencapai 10 hingga 30 centimeter yang menggenangi Jalan menuju Dermaga Kali Adem Pelabuhan Muara Angke.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selanjutnya gelombang tinggi juga akan berlanjut ke arah Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved