Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pulo Mas Jaya telah melaksanakan topping off ceremony di kawasan Pulomas, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pulomas Tower yang terletak di Jalan Kayu Putih Raya ini akan menjadi bangunan yang memiliki konsep modern dan ramah lingkungan.
Pulomas Tower langsung menghadap ke area hijau seluas 35 hektare yang memberikan oase di pusat kota area Jakarta Timur dan berbatasan langsung dengan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.
“Pulomas Tower ini didesain untuk menciptakan ekosistem kehidupan yang saling terhubung, memberikan kenyamanan, kemudahan akses, dan kualitas hidup yang lebih baik," ucap Direktur Utama PT Pulo Mas Jaya, Robby Ferliansyah, Sabtu (21/12).
Pulomas Tower, sambungnya, berada pada Kawasan TOD (Transit Oriented Development) dan memiliki 17 Lantai dan 3 Basement. Terdiri dari 3 Lantai Commercial, 6 Lantai Fasilitas Kesehatan yg terkoneksi dengan RSKB Columbia Asia, 7 Lantai Serviced Apartement dengan Unit Serviced Apartement sebanyak 182 Unit yg terdiri dari Junior Suite, Couple Suite dan Family Suite.
"Kami percaya bahwa gedung ini akan menjadi pusat aktivitas yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan ini," tandasnya.
Sebagai informasi, Pulomas Tower juga memiliki fasilitas unggulan, seperti integrasi langsung dengan Rumah Sakit, konektivitas strategis dengan jaringan LRT, area komersial yang dinamis, serta hunian apartemen modern. Keunggulan ini menjadikan Pulomas Tower sebagai solusi terpadu untuk kebutuhan hidup, kesehatan, dan gaya hidup masyarakat urban. (J-3)9
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved