Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Setelah melepas status sebagai Daerah Khusus Ibukota, Jakarta kini dituntut untuk mandiri dan bersiap menjadi kota bisnis. Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta, Joko Agus Setyono, menyatakan bahwa pemerintah daerah tetap akan mendukung program-program pemerintah pusat seperti program 3 juta rumah. Namun, dengan status baru ini, banyak hal yang perlu disiapkan, termasuk menjalankan dua fungsi utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“BUMD memiliki dua fungsi, yakni fungsi pelayanan kepada masyarakat dan fungsi bisnis,” kata Joko usai acara Ground Breaking Warna Fine Living di Ciputat, Tangerang Selatan, kemarin.
Menurut Joko, untuk menjadi kota bisnis, BUMD perlu memperhatikan fungsi bisnisnya agar dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan tanpa mengesampingkan pelayanan kepada masyarakat Jakarta.
Di bidang pelayanan masyarakat, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pihaknya akan terus membangun rumah susun di Cilangkap dan Pondok Kelapa. Hal ini sekaligus mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Prabowo-Gibran.
“Pengembangan ini akan difokuskan di daerah utara yang masih memiliki lahan yang memadai,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Sarana Jaya, Andira Reoputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengkaji aset-aset yang bisa dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, salah satunya adalah lahan di Ciputat, Tangerang Selatan, yang berdekatan dengan Jakarta.
“Pertimbangan kami adalah infrastruktur transportasi dan kedekatannya dengan Jakarta. Dengan persetujuan Pemprov DKI Jakarta, kami mengembangkan hunian tapak komersial eksklusif dengan konsep modern resort untuk segmen menengah ke atas di lahan ini,” papar Andira.
Pada tahap pertama, di Warna Fine Living akan dibangun 53 unit rumah eksklusif dengan investasi awal sebesar Rp50 miliar.
“Kami sudah melakukan kajian untuk memastikan segmen pasar properti ini terjangkau dan harga jualnya bersaing. Pada penawaran awal (early bird), harga dimulai dari Rp2,9 miliar hingga Rp3,7 miliar,” tambahnya.
Dua tipe rumah yang ditawarkan adalah Tipe Amethyst (7x12 meter persegi) dan Tipe Irish (6x11 meter persegi), masing-masing berupa rumah tiga lantai yang dilengkapi rooftop di lantai atas.
“Hunian ini direncanakan terbuka untuk konsumen pada 2025. Saat ini, kami masih dalam tahap presale,” pungkas Andira.
PERTUMBUHAN ekonomi di Jakarta merupakan magnet bagi pendatang untuk mencari pekerjaan dan bertempat tinggal di Jakarta.
BAKAL calon gubernur Jakarta, Ridwan Kamil (RK), bakal menggagas program hunian di atas pasar-pasar. Hunian juga direncanakan dibangun di sejumlah fasilitas umum.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Backlog kepemilikan rumah mencapai 9,87 juta unit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan angka hingga 10,9 juta atau 15 juta unit,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved