Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJABAT (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyatakan, Waduk Kampung Rambutan Dua, Jakarta Timur, mampu mengendalikan banjir dari luapan air Kali Cipinang.
"Sudah pasti mampu mengendalikan luapan air dari Kali Cipinang ditampung waduk tersebut sesuai dengan kapasitasi debitnya," ujar Heru kepada wartawan di Waduk Kampung Rambutan Dua, Jakarta Timur, Jumat (21/7).
Menurut Heru, terdapat 12 waduk yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di wilayah Jakarta Timur. Waduk-waduk itu untuk mengantisipasi banjir akibat luapan air kali maupun sungai tersebut.
Baca juga: Pemprov DKI Diminta Perbanyak Waduk
"Waduk ini adalah salah satu waduk pengendali banjir di wilayah Cipinang dari total 12 waduk di Jakarta Timur," kata Heru.
"Ini salah satunya, untuk mengendalikan banjir Kali Cipinang," tambahnya.
Baca juga: Viral Lautan Eceng Gondok di Waduk Pluit, DPRD Minta Petugas Kebersihan Ditambah
Di Waduk Kampung Rambutan Dua, terdapat pula fasilitas pengolahan air limbah. Dengan demikian, air yang mengalir ke waduk dipastikan sudah jernih dan bersih.
"Di waduk ini terdapat pengolahan air limbah. Maka, air yang masuk ke waduk tentu sudah jernih dan bersih," jelas Heru.
Sebelumnya, Heru secara simbolis menanam 20 pohon di kawasan Waduk Kampung Rambutan Dua, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (21/7).
Terkait dengan pengendalian banjir Jakarta, ujar Heru, pihaknya juga melakukan penanaman pohon sebagai upaya penghijauan di wilayah DKI Jakarta. Hal itu sekaligus untuk mengendalikan banjir dan mengurangi polusi udara.
"Pagi hari ini kami bersama-sama kembali menanam pohon sebanyak 20 sampai 100 di Waduk Kampung Rambutan Dua," ujar Heru.
Dalam kegiatan pagi tadi, Heru dan jajarannya menanam Pohon Tabebuya. Pohon itu dipilih karena menambah estetika dan bisa menambah daya serap air di kawasan waduk. Terdapat kurang lebih 240 pohon tabebuya yang bakal di tanam di seluruh area Waduk Kampung Rambutan Dua. Sebagai informasi, sejak menjabat Pj Gubernur DKI, Heru memang kerap menanam pohon dan tanaman di berbagai lokasi.
Di antaranya di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan; Pluit Karang Karya, Jakarta Pusat; bantaran Kali Malang, Jakarta Timur dan lokasi lainnya. Kegiatan itu dilakukannya untuk penghijauan sekaligus menurunkan emisi di Ibu Kota. Eks Wali Kota Jakarta Utara itu meyakini, penurunan emisi di Ibu Kota bisa mengurangi suhu yang kini semakin panas. (Ssr/Z-7)
Upaya mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyiagakan pompa, pengerukan badan air, hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.
Perlu pembuatan sistem pencegahan banjir yang cukup besar seperti waduk atau embung
Penambahan bukaan pintu pelimpah air dilakukan lantaran kian meningkatnya curah hujan di wilayah hulu waduk.
Di tengah kota Jakarta akan dibangun juga sumur-sumur resapan dan biopori agar tanah air di Jakarta ini sendiri juga bertambah.
Seluruh elemen masyarakat Jakarta diimbau dapat turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan
TINGGI permukaan air Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat menyusut pada musim kemarau. Saat ini, penurunan muka air waduk telah mendekati batas bawah normal.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved