Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI agronomi sekaligus Chairman Karya Rama Prima (KaerPe), Qamal Mustaqim membeberkan masalah rumput yang ada di Jakarta International Stadium (JIS). JIS masuk dalam opsi stadion yang bakal diajukan jadi venue Piala Dunia U-17.
Sebelum FIFA melakukan pengecekan kelayakan stadion, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), PSSI, Pemprov DKI, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Jasa Marga meninjau stadion yang ada di Jakarta Utara itu.
"Rumput ini jenisnya Japonica, cuma ditanamnya di karpet sintetis, ini jadi masalah hanya itu saja. Medianya terlalu dangkal sehingga akar tidak tembus ke bawah," ujar Qamal.
Baca juga: Pj Gubernur dan Rombongan Kementerian Tinjau Fasilitas JIS Hari Ini
"Air tidak terpenuhi karena akarnya dangkal, mataharinya tidak cukup, itu saja masalahnya," lanjutnya.
Pendapat Qamal tentu jadi masukan yang bagus untuk pemerintah dan PSSI sebelum mengambil langkah renovasi. Qamal sendiri adalah seorang ahli agronomi untuk stadion. Dia pernah dipercaya untuk memegang rumput stadion GBK pada Asian Games 2018 lalu.
Baca juga: Pembangunan Stasiun KRL di Kawasan JIS Sudah 30%
Selain itu, pencahayaan juga dinilai kurang maksimal. Jenis rumput Japonica butuh paparan cahaya matahari 8 jam sehari. Sementara sebagian area lapangan JIS hanya menerima cahaya matahari hanya mulai pukul 09.00-14.00 WIB saja.
"Daerah sisi selatan itu hanya setengahnya saja terkena sinar dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang. Sementara selebihnya tidak kena sinar matahari," terangnya.
"Kalau jenis rumputnya sama dengan yang dipakai di Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Gelora Bung Tomo dan Stadion Jakabaring. Itu sama jenisnya Japonica," lanjutnya.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menegaskan kalau rumput lapangan JIS harus diganti secara menyeluruh. Setidaknya dana Rp6 miliar bakal digelontorkan untuk membenahi masalah rumput di JIS.
"Ada solusinya. Kita akan ganti semua rumput tersebut sesuai ahlinya beliau, Pak Qamal sebagai ahli dan agronomi rumput di stadion. Menurut beliau, harus diganti, kalau mau 3 bulan bisa dipakai, itu untuk jangka pendek saja, mungkin jangka panjang mungkin harus diubah rumputnya," tegas Basuki.
"Jadi yang sekarang tak dapat memenuhi kriteria FIFA, untuk itu akan diganti rumput yang lain untuk dipakai U-17," ujar Basuki. (Mal/Z-7)
Selain aspek fisik, integrasi ini juga akan menyentuh sisi digitalisasi layanan.
Proyek JIS masih menyisakan sejumlah pekerjaan mendasar. Mulai dari akses jalan, area parkir, hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)
“Wilayah Ancol itu kan memang sedang ada penggarapan. Artinya itu kita harus desain (jalurnya) bagaimana,”
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola Jakarta International Stadium (JIS) memastikan Persija bisa bermain laga kandang pada Mei 2025
PT Persija Jaya Jakarta untuk menjadikan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai kandang Persija Jakarta pada 20 Februari 2025.
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno sepakat bahwa Jakarta Internasional Stadium (JIS) di Jakarta Utara, menjadi home base bagi klub sepakbola Persija.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved