Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA lima ruas jalan dan total 104 wilayah rukun tetangga (RT) hingga kini masih tergenang air dengan ketinggian antara 20 sampai 50 centimeter. Beberapa titik malah ada terendam sampai 100 centimeter pada Senin (27/2).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menambahkan, jumlah itu merupakan data hari ini hingga pukul 13.00 WIB.
Baca juga: Bedah Buku (Bukan) Kisah Sukses Erick Thohir Tularkan Inspirasi ke Mahasiswa Unila
"BPBD DKI mencatat genangan yang sebelumnya terjadi di dua ruas jalan dan 82 RT, saat ini menjadi lima ruas jalan tergenang dan 104 RT atau 0,341 persen dari 30.470 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta," ujarnya melalui pesan singkat, Senin (27/2).
Isnawa menambahkan, banjir di Kampung Melayu justru tidak kunjung surut. Bahkan beberapa titik kedalaman airnya masih di atas satu meter.
Berikut merupakan daerah RT yang terendam banjir di Ibu Kota dengan rincian sebagai berikut: Jakarta Barat 1. Kembangan Utara jumlah: 2 RT ketinggian air: 50 sentimter - 60 sentimeter Penyebab: Curah hujan tinggi
2. Kembangan Selatan jumlah: tiga RT Ketinggian: 60 sentimeter Penyebab: Curah hujan tinggi 3. Joglo Jumlah: 1 RT ketinggian: 45 sentimeter dan penyebab: curah hujan tinggi 4. Tegal Alur jumlah: tiga RT ketinggian: 40 centimeter Penyebab: curah hujan tinggi 5. Rawa Buaya jumlah: 10 RT dengan ketinggian air: 40 sentimeter - 120 sentimeter Penyebab: curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke. 6. Kedaung Kaliangke jumlah: 4 RT ketinggian air: 70 sentimeter dan penyebab: curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke 7. Duri Kosambi jumlah: 3 RT ketinggian: 80 sentimeter Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan 8. Kedoya Selatan jumlah: 1 RT ketinggian: 30 sentimeter.
Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeklaim telah menangani banjir yang merendam permukiman warga pada Senin (27/2).
Seperti pengakuan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan, penanganan banjir dilakukan Suku Dinas Sumber Daya Air dan Pemadam Kebakaran di setiap wilayah masing-masing.
"Tadi Pak Wali (Jakarta Timur-Red) juga sudah meminta untuk pemadam kebakaran untuk turun untuk melakukan penyedotan," kata Heru, di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (27/2).
Heru menambahkan, penanganan jangka panjang juga sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta berupa normalisasi hingga keberadaan sodetan, salah satunya di Kali Ciliwung.
"Penanganan normalisasi sungai, juga sodetan. Sore ini semoga sudah surut," ungkap Heru. (OL-6)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved