Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG lebih 2.000 toko sembako yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari pada enam pasar tradisional di Kota Depok, Jawa Barat tutup selama pandemi covid-19.
Koordinator Pembinaan Pasar Rakyat pada Bidang Sarana dan Pembinaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok Meydiyan Zahedy membenarkan bahwa, sudah ada ribuan toko sembako yang tutup selama pandemi covid-19.
Baca juga: Polisi Pastikan Mayat Dililit Lakban di Indramayu Sopir Taksi Online
Dari data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok pada 2020, 2021, 2022 ada 10-15 toko sembako yang harus tutup setiap harinya, sehingga jika ditotal dalam tiga tahun mencapai sekitar 2.000 toko yang tutup.
"Kalau dihitung-hitung, di 2020, 2021, 2022 sekitar ribuan toko yang tutup. Di situ ada toko pakaian, beras, minyak goreng, sayuran, cukur rambut. Jadi gabungan, " kata Meydiyan, Senin (1/8).
Dengan kondisi tersebut, Meydiyan memperkirakan kerugian yang diderita pemerintah daerah akibat pandemi covid-19 yang tak kunjung usai mencapai hingga miliaran rupiah.
Di Kota Depok ada enam pasar tradisional yang dikelola pemerintah daerah, yakni Pasar Tugu, Pasar Cisalak, Pasar Sukatani, Pasar Musi, Pasar Agung, Pasar Kemiri Muka, dan Pasar Sawangan Baru.
Terbanyak kios tutup, adalah Pasar Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis.
Di pasar yang berlantai III yang dibangun dengan APBD Kota Depok sebesar Rp167 miliar ini ada sebanyak 573 toko kosong dari total toko sebanyak 1. 357.
Di Pasar Agung berlantai II, Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, terdapat ratusan toko sembako kosong.
Lalu, Pasar Kemiri Muka, dari 540 toko sembako yang ada, kosong sebanyak 340.
Di Pasar Musi, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, dari 185 toko sembako, hanya beberapa yang buka.
Sama dengan Pasar Musi, Pasar Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan sebanyak 153 toko sembako yang dibangun melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2021, sebesar Rp10 miliar, sampai saat ini tak berpenghuni alias kosong.
Dua lagi pasar tradisional yakni Pasar Sukatani dan Pasar Tugu juga demikian banyak tutup. " Kami saat ini lagi berupaya supaya toko-toko dan los kosong tersebut diisi pedagang. Toko-toko sembako tersebut akan kami sewakan dengan harga murah, " ujar Meydiyan.
Kepala Tata Usaha Pasar Cisalak, Budi Heriyanto, mengatakan tidak terisinya toko-toko sembako di enam pasar tradisional selain karena covid-19, adalah juga karena tidak seriusnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di sekitaran pasar tradisional.
Seharusnya, kata dia pemerintah kota bisa tegas karena memiliki kekuatan yang besar dalam menggusur PKL.
Toko-toko yang tutup ini, menurut dia berdampak pada retribusi yang menjadi sumber pendapatan daerah.
" Menindaklanjuti hal ini, Pemerintah Kota Depok harusnya menyusun rencana untuk melakukan penertiban PKL yang bertahun-tahun berjualan di area pasar tradisional, " pungkas Budi (OL-6)
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Polres Metro Depok pada 2018 telah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Rotasi, baik secara vertikal maupun horizontal, merupakan bagian dari evaluasi organisasi yang dilakukan secara profesional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved