Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK penolakan akibat perubahan nama jalan yang dilakukan. Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta,Ahmad Riza Patria telah mengambil sikap.
Menurutnya, warga tidak perlu khawatir terkait persoalan perubahan dokumen data diri seperti KTP, SIM, STNK dan lainnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Penabrak Sopir Travel Hingga Tewas di Jaksel
"Seperti STNK yang tidak mesti harus langsung diubah, jadi saya kira masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya kepada Wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (1/7).
Ia menegaskan, identitas yang belum diganti sesuai dengan nama jalan baru, tidak serta menyebabkan permasalahan dikemudian hari.
"Tidak berarti kalo belum diganti kemudian identitasnya bermasalah, tidak yaa," paparnya.
Lebih lanjut, Ariza mengatakan, penolakan dari warga atas pergantian nama jalan tidak perlu dipermasalahkan. Sebab, pihaknya melakukan pergantian nama tersebut untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada tokoh Betawi yang namanya dipakai.
"Jadi tidak usah terlalu dipermasalahkan. Semua pergantian nama ini dimaksudkan baik untuk memberikan penghargaan penghormatan pada para tokoh betawi, tokoh Jakarta, juga ke depan supaya kita mengingat, mengenang dan bisa meneladani para tokoh-tokoh tersebut," papar Ariza.
Pemprov DKI tidak akan membatalkan kebijakan pergantian nama jalan meski diprotes warga. Karena ia menilai, hingga saat ini tidak ada permasalahan yang serius atas keputusan tersebut.
"Sejauh ini tidak ada masalah," tegasnya. (OL-6)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bertemu dengan Hafitar, siswa SD yang viral karena berangkat sekolah sendirian dengan kereta dari Tangerang menuju Klender
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pihaknya mendukung reuni akbar 212 yang akan digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Selasa (2/12).
Indonesia dan Pakistan sudah memiliki hubungan persahabatan sejak sebelum kemerdekaan.
Rano mengatakan, rekomendasi percepatan program pengentasan stunting atau tengkes membutuhkan pendekatan spesifik di berbagai wilayah.
Masyarakat Betawi biasanya andilan untuk membeli kerbau sebulan sebelum Lebaran. Kerbau itu dipelihara hingga dua hari jelang Lebaran, kerbau tersebut dipotong dan dibagikan.
Bau yang keluar dari RDF karena masih adanya sejumlah peralatan yang belum beroperasi maksimal. Wagub meminta perbaikan dilakukan dalam waktu satu pekan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved