Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang melanda kabupaten dan Kota Tangerang Rabu malam hingga Kamis dini hari (19-20/1), mengakibatkan sejumlah wilayah di daerah tersebut banjir hingga ketinggian mencapai 80 Cm.
Berdasarkan data yang diperoleh di BPBD Kabupaten Tangerang, banjir melanda di Jalan Sungai Turi, Kampung Sungai Turi RT 01, 02 RW10, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan Ketinggian air 50 - 80 cm. Tercatat menggenangi rumah sebanyak 175 Kepala keluarga.
Sedangkan di Kampung Kebon Mahi RT.01/01, Desa Gaga Kecamatan Pakuhaji, Kanupaten Tangerang, banjir dengan ketinggian 30 - 50 cm melanda pemukiman 80 Kepala Keluarga.
Di Kampung Kamal RT. 02 RW 05, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang ketinggian air mencapai 30-50 cm menggenangi pemukiman 230 Kepala Keluarga.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir ketinggian air yang menggenangi ratusan pemukiman warga hingga kini belum surut.
Kemungkinan besar, tambahnya, bila hujan terus turun hingga siang ini ketinggian air akan terus bertambah. Namun, warga masih memilih untuk tinggal di dalam rumah. "Sampai pagi ini warga belum mau dievakuasi. Mereka memilih untuk tetap tinggal di rumah," kata dia.
Kendati demikian, tambahnya, petugas sudah mendirikan tenda pengungsian di depan pos Satpam pergudangan 19 di wilayah tersebut.
Sementara itu, Camat Pakuhaji, Asmawi mengatakan selain mendirikan tenda di depan pergudangan 19 Pakuhaji, pihaknya juga akan mendirikan beberapa os pengungsian lainnya di daerah tersebut.
Apabila ketinggian air terus bertambah karena hujan masih turun, tandasnya, warga jangan panik dan segera meninggalkan lokasi menuju tempat pengungsian.
"Kami harap warga tidak panik dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan dengan 3 M," pesan Asmawi, Camat Pakuhaji.
Selain di Kabupaten Tangerang, banjir juga melanda di tiga wilayah Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Seperti Kampung Rawa Bamban, Kelurahan Jurumudi Baru, Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi dan Kampung Rawa Bokor, Kelurahan Benda dengan ketinggian mencapai 30-50 cm.
Camat Benda, Achmad Suhaely mengatakan akibat banjir tersebut sejumlah warga di Kampung Rawa Bokor terpaksa mengungsi di mushola terdekat. "Semoga hari ini tidak terjadi hujan deras dengan waktu yang lama, sehingga air bisa surut secara total," ungkap Suhaely.
Dan kini, lanjutnya sejumlah stakeholder terkait telah melakukan penanganan. Mulai dari Dinas PUPR, BPBD dan Dinas LH sedang melakukan penyedotan air dan pembersihan serta normalisasi di sejumlah wilayah yang tersumbat.
Selain itu, katanya, pihaknya juga mendirikan dapur umum di kantor Kecamatan Benda. Dinas Kesehatan pun membangun posko kesehatan disejumlah titik banjir, agar pelayanan lebih dekat dengan para warga terdampak. (OL-13)
Baca Juga: Curah Hujan Ekstrem, DKI Klaim Genangan Air Cepat Ditangani
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Sedikitnya 75 RT dan 19 ruas jalan terdampak genangan air akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3).
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Kondisi tersebut, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga di beberapa wilayah. .
Berkaitan dengan potensi terjadinya kemarau, Asep menegaskan, BPBD masih menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG serta BPBD Provinsi Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
BMKG & BPBD Jatim lakukan modifikasi cuaca demi amankan mudik 2026. Hujan lebat turun hingga 70%! Cek detail operasi dan prakiraan cuaca terbaru di sini.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved