Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) berencana menaikkan tarif KRL Commuter Line pada awal April 2022. Atas kebijakan pemerintah itu, Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, masyarakat banyak yang menyetujui hal tersebut asalkan searah dengan peningkatan pelayanan penumpang.
Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan YLKI pada Oktober 2021 terhadap sebanyak 2.000 responden di Jabodetabek dan Rangkasbitung.
Terdapat dua aspek penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kenaikan tarif KRL yaitu Ability To Pay (ATP) atau kemampuan untuk membayar dan Willingness To Pay (WTP) atau keinginan untuk membayar.
Dari hasil survei tersebut, ada ruang bagi pemerintah untuk menaikkan tarif KRL menjadi Rp5.000 pada 25 km pertama. Sedangkan untuk tarif 10 km pertama direkomendasikan agar tidak naik tarifnya. "Karena aspek ATP-nya lebih rendah daripada tarif eksisting," kata Tulus Abadi, di Jakarta, Minggu (16/1).
Atas dasar tersebut, menurut dia, untuk mengimbangi kenaikan tarif, pemerintah harus meningkatkan pelayanan pada moda transportasi KRL. "Sebagaimana aspirasi sebanyak 1.065 responden atau lebih dari 50 persen berharap agar KAI/PT KCI bisa meningkatkan pelayanan," ujar Tulus.
Di sisi lain, Tulus menilai kenaikan tarif KRL masih rasional dan masuk akal. Sebab, sejak 2016, tarif KRL belum pernah naik sama sekali.
Lain hal jika pemerintah akan menambah besaran dana Public Service Obligation (PSO) bagi PT KAI. Kenaikan tarif KRL tersebut akan tidak masuk akal, jika hal tersebut akan dilakukan pemerintah.
Namun, jika pemerintah tidak akan menambah dana PSO, bukan tidak mungkin opsi kenaikan tarif KRL akan terealisasi. "Jika pemerintah tidak mampu menambah dana PSO, maka opsi kenaikan tarif KRL menjadi tidak terhindarkan, walau terasa pahit bagi konsumen," ungkap Tulus. (OL-12)
Stasiun Jatake memiliki luas bangunan 3.198 meter persegi dengan kapasitas pelayanan hingga 20.000 penumpang per hari.
Jumlah pengguna KRL Commuter Line pada lintas Rangkasbitung terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Total volume pengguna Wilayah 8 Surabaya selama (18-24/12) tercatat mencapai 367.313 ribu lebih pengguna, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur Natal.
BAGI penumpang yang memilih menunggu perjalanan pertama Commuter Line di pagi hari, penting untuk tetap menjaga ketertiban selama berada di area stasiun.
DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT KAI melakukan uji coba penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas atau dikenal sebagai persimpangan pelikan di Stasiun Cikini.
Operasional layanan Commuter Line (KRL) Jabodetabek, Senin pagi (1/9), berjalan normal dan lancar melayani pengguna untuk beraktivitas sehari-hari.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mengajak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berkolaborasi untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait penonaktifan peserta PBI BPJS Kesehatan.
YLKI masih menunggu jawaban respons Kementerian Sosial (Kemensos) terkait penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran atau PBI BPJS Kesehatan.
YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melayangkan somasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia menyusul kebijakan penonaktifan PBI BPJS Kesehatan.
(YLKI) akan mengirim surat kepada pemerintah, Kementerian Sosial, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan PBI
SEKJEN Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Rio Priambodo menilai penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan harus diinformasikan juga ke peserta.
Menurut Niti, tanpa adanya insentif, khususnya untuk mobil listrik, harga kendaraan listrik akan melonjak dan berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved