Rabu 12 Januari 2022, 17:27 WIB

Pemkot Depok Nunggak Utang Rp51 Miliar ke Kontraktor

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Pemkot Depok Nunggak Utang Rp51 Miliar ke Kontraktor

MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi pengerjaan jalan

 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok belum membayarkan utang alias menunggak sebesar Rp51 miliar kepada puluhan kontrantor. Pemkot Depok disebut hanya obral janji-janji manis alias pemberi harapan palsu (PHP).

"Pemkot Depok suka sekali mengobral janji tapi realitasnya tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu, Pemkot Depok PHP," kata Rudolf, salah satu kontraktor di Depok, Rabu (12/1/2022).

Pemkot Depok hingga kini masih belum membayarkan uang sebesar Rp360 juta kepadanya.

Baca juga: Prancis Tutup Masjid Cannes karena Pernyataan Antisemitisme

Padahal, kata Rudolf, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Depok Wahib didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Citra Indah Yulianti berjanji akan secepatnya melunasi utang Pemkot Depok Rp51 miliar ke puluhan kontraktor. 

Menurut dia, hal itu disampaikan Wahib kepada puluhan kontraktor saat menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, beberapa hari lalu.

"Sekarang sudah pertengahan bulan Januari tapi utang Rp51 miliar tersebut tak cair-cair juga," kata dia.

Akibat belum dibayarnya utang, puluhan kontraktor meradang. Sebab, modal pekengerjaan infrastruktur jalan, drainase, dan jembatan di Kota Depok sebagian dari hasil pinjaman.

"Uang saya pinjam dari rentenir dengan bunga 10%. Saya meminjam Rp300 juta. Kalau lewat dari akhir Januari ini, bunga pinjaman akan berbunga lagi," ucap Rudolf.

Menurut dia, utang Rp51 miliar itu terkait dengan pekerjaan infrastruktur Dinas PUPR pada Desember 2021. Dinas PUPR dan BKAD seharusnya sudah membayar sebelum 25 Desember lalu. 

Ditemui terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Depok Wahid menyebut utang ke puluhan rekananan karena terganjal peraturan yang terkait dengan pencairan anggaran.

“Ada satu kendala permasalahan. Kita (terus) upayakan (membayar) tunggakan sebesar Rp51 miliar," katanya.

Ia beralasan, utang itu sebetulnya akan dibayar oleh pemerintah kota. Namun, langkah tersebut terganjal karena Inspektorat Daerah masih harus mengkaji peraturan dari pemerintah pusat.

Baca juga: Antisipasi Omikron, Pemkot Bekasi Tunda PTM 100%

Wahid menegaskan, keterlambatan terjadi bukan karena ingin menahan-nahan pembayaran.

"Kita (ingin) lakukan upaya (pembayaran), tapi ada permendagri yang masih dikaji. Para kontraktor dimohon bersabar," harapnya. (KG/A-3)

Baca Juga

FOTO/Pemkot Bekasi

Stok Minyak Goreng Aman, Warga Kota Bekasi Jangan Panic Buying

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Jumat 21 Januari 2022, 14:49 WIB
Masyarakat di Kota Bekasi diimbau untuk tidak panic buying atau memborong komoditi yang harganya sempat melambung beberapa waktu...
Ilustrasi/Medcom

Pengendara Motor Tabrak Polisi di Simpang PGC Jaktim

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 21 Januari 2022, 14:13 WIB
Aiptu NR lalu dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan. Ia mengatakan Aiptu NR mengalami luka...
Medcom.id

Dishub DKI Revitalisasi 4 Pelabuhan di Kepulauan Seribu Tahun Ini

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 21 Januari 2022, 13:15 WIB
Kegiatan tersebut sebelumnya telah dianggarkan di tahun 2021, namun terimbas refocusing karena pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya