Minggu 12 September 2021, 15:17 WIB

Anies: 2,5 Juta Warga DKI Belum Divaksin

Mediaindonesia.com | Megapolitan
Anies: 2,5 Juta Warga DKI Belum Divaksin

ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keterangannya di Masjid Al-Wiqoyah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (12/9/2021).

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan hingga saat ini ada sekitar 2,5 juta warga pemilik kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta belum mendapatkan dosis vaksin.

"Per 11 September warga DKI yang divaksin sebanyak 10,3 juta. Warga yang ber-KTP DKI belum vaksin itu sebanyak 2,5 juta," kata Anies di Masjid Al-Wiqoyah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (12/8).

Baca juga:Cegah Berbagai Dampak Krisis Iklim, Langkah Ambisius Diperlukan

Menurut dia, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan vaksinasi lantaran tidak ingin vaksin dengan berbagai alasan sehingga harus diajak secara persuasif.

Lebih lanjut, dia mengatakan, alasan lain karena adanya warga DKI yang telah pindah domisili, namun tidak melepaskan data kependudukan di Jakarta.

"Ini sebagian adalah memang tidak mau vaksin, harus diajak. Sebagian lagi orangnya KTP Jakarta tapi pindah, tidak mencabut KTP. Tapi masih tercatat sebagai KTP Jakarta," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan mereka yang belum vaksin tersebut harus diupayakan agar dapat menyelesaikan pelaksanaan vaksinasi di Ibu Kota dalam waktu dekat.

"Jadi, kalau di Jagakarsa ada 100 ribu, Insyah Allah 100 ribu di Jagakarsa segera tuntas, angkanya turun. Nanti kita kejar ke tempat lainnya. Supaya angka yang belum vaksin di Jakarta Insyah Allah mendekati nol," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Kecamatan Jagakarsa Sulaiman Rohimin mengatakan bahwa untuk mendukung pemerintah daerah menuntaskan vaksinasi, pihaknya membuka sentra vaksinasi dengan target 1.000 peserta setiap harinya.

Menurut dia, pelaksanaannya di lapangan bahkan melebihi dari target karena tingginya animo masyarakat.

"Target, memang kita sapujagat 1.000 peserta, namun di lapangan melebihi hampir 1.300 peserta," kata dia.

Ia berharap kolaborasi vaksinasi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama lainnya guna mendukung pemerintah melayani masyarakat.

"Mudah-mudahan ini menjadi tahap awal yang akan kita lanjutkan lagi ke berikutnya. Dosis pertama nanti tiga bulan, Insya Allah nanti ada dosis kedua," katanya. (Ant/OL-6)
 

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Prasetyo Bantah Selundupkan Agenda Hak Interpelasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 27 September 2021, 18:26 WIB
Prasetyo Edi Marsudi menepis telah melanggar aturan tata tertib saat memimpin rapat Badan Musyawarah...
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Ribuan Pohon di Depok Rawan Tumbang Lantaran Tak Dirawat

👤Kisar Rajaguguk 🕔Senin 27 September 2021, 17:17 WIB
Bahkan, pohon berdaun lebat yang berada di ruas jalan sepi di kelurahan-kelurahan dan kecamatan-kecamatan rawan tumbang lantaran tidak...
MI. Tim Grafik

Tak Mau Bahas Hak Interpelasi, NasDem Lebih Pilih Fokus Bekerja

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 27 September 2021, 15:52 WIB
Jupiter mendorong agar anggota DPRD DKI lebih fokus mengejar pekerjaan yang terhambat karena pembahasan Formula E serta pandemi covid-19...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Meretas Asa Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Potensi besar hanya akan tetap menjadi potensi bila tidak ada langkah nyata untuk mewujudkannya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya