Minggu 01 Agustus 2021, 10:23 WIB

Dua Harimau Sumatra di Ragunan Sempat Terpapar Covid-19

Hilda Julaika | Megapolitan
Dua Harimau Sumatra di Ragunan Sempat Terpapar Covid-19

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Dua harimau ragunan bermain dalam kandang di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.

 

DUA harimau Sumatra yang berada di Taman Margasatwa Ragunan sempat terinfeksi Covid-19. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, memastikan, kedua satwa tersebut kini telah dinyatakan pulih meski masih dalam pemantauan atau observasi dari Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Distamhut Provinsi DKI Jakarta.

Suzi menjelaskan, mulanya, pada 9 Juli, salah satu harimau Sumatra bernama Tino yang berusia 9 tahun mengalami sakit dengan gejala klinis sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan penurunan nafsu makan.

Kemudian, selang dua hari, satu harimau Sumatra lainnya bernama Hari yang berusia 12 tahun terpantau kondisi kesehatannya juga menurun dengan menunjukkan gejala klinis yang sama dengan harimau Tino.

“Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dgn di-swab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar Covid-19,” terang Suzi di Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, pada Minggu (1/8).

Suzi menambahkan, sejak mengidap sejumlah gejala dan kondisi kesehatan yang menurun, kedua satwa itu segera diberikan pengobatan. Di antaranya, pemberian antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari. Suzi menyebut, dalam waktu sekitar 10 – 12 hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih.

Lebih lanjut, Suzi juga menekankan, kedua satwa tersebut tidak menularkan virusnya kepada manusia. Karena belum ada studi yang menunjukkan eksudat satwa yang terinfeksi Covid-19 mengandung virus aktif. Namun, terkait penyebab keterpaparan virus pada kedua satwa, Suzi menyampaikan bahwa pihaknya juga masih melakukan tracing atau penelusuran.

“Hal ini mengingat, pada saat satwa mulai mengidap gejala, Taman Margasatwa Ragunan dalam kondisi ditutup, karena sudah PPKM Darurat. Kami juga sudah melakukan tracing kepada perawat dan petugas saat satwa sakit, tidak ada yang terpapar Covid-19. Sehingga, kami masih menelusuri penyebabnya,” (Hld/OL-09)

Baca Juga

Antara

Anies Minta Kontraktor Sumur Resapan Dievaluasi

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 20:53 WIB
Sumur resapan banyak dikeluhkan warga karena kualitasnya buruk dan membahayakan...
MI/BARY FATHAHILAH

Dikritik Publik, Anies Instruksikan Evaluasi Kontraktor Pembuatan Sumur Resapan

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 05 Desember 2021, 20:45 WIB
Anies juga meminta agar seluruh OPD terkait mengidentifikasi jenis-jenis masalah, kemudian mengambil soulsi atas masalah...
MI/Adang Iskandar

Banjir Mengancam Jiwa, Warga Mutiara Gading Timur Bekasi Tuntut Tanggung Jawab Pengembang

👤Adang Iskandar 🕔Minggu 05 Desember 2021, 20:20 WIB
Dalam lima tahun terakhir banjir kerap menyambangi Perumahan Mutiara Gading Timur, khususnya wilayah RW...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya