Jumat 30 Juli 2021, 13:37 WIB

Ada Pandemi, MRT Tetap Cuan Ratusan Miliar dari Pendapatan Nontiket

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ada Pandemi, MRT Tetap Cuan Ratusan Miliar dari Pendapatan Nontiket

MI/Susanto
Suasana dalam stasiun MRT Jakarta

 

PT MRT Jakarta membuktikan bisa tetap bertahan mengelola bisnis meskipun di tengah pandemi yang belum terkendali hingga saat ini. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan MRT Jakarta tetap mampu meraih pendapatan hingga Rp285 miliar tahun ini.

Pendapatan tersebut, kata William, berasal dari pendapatan nontiket (non farebox). Pendapatan nontiket yang diraih PT MRT Jakarta berasal dari beberapa sektor yakni royalti penamaan stasiun, iklan, telekomunikasi, hingga retail dan UMKM di stasiun.

"Sektor terbesar itu dari penamaan stasiun dan iklan. Dari dua sektor itu sudah mendapat 80% dari total keseluruhan," kata William dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta yang dilakukan secara virtual, Jumat (30/7).

William optimistis masih mampu terus melanjutkan tren positif di sektor pendapatan nontiket dan menargetkan raihan pendapatan hingga Rp450 milar di akhir tahun.

"Tahun lalu saja, masih ada pandemi tapi kita mampu mendapat Rp305 miliar. Ini memang cukup besar dan akan kita tingkatkan terus," jelasnya.

Ia pun akan terus berupaya mengoptimalisasi pendapatan nontiket ini dengan terus berkomunikasi baik dengan para mitra serta terus mempertahankan kinerja layanan MRT Jakarta.

"Dengan layanan kita baik, tentunya para mitra akan melihat kita secara positif. Mutu layanan yang tetap prima ini menjadi sebuah keharusan apabila kita ingin menjalankan bisnis dengan baik. Bukan dalam arti penumpang kita banyak lalu padat-padatan, bukan. Tetapi kita utamakan layanan kita," jelasnya.

Baca juga: MRT Tutup Sementara 3 Stasiun di Jakarta, Ini Daftarnya

Raihan pendapatan nontiket memang harus terus dipertahankan oleh PT MRT Jakarta karena pendapatan dari sektor tiket menurun drastis. William memaparkan, tahun lalu pihaknya mampu meraih pendapatan tiket hingga Rp80 miliar. Namun, hingga akhir tahun ini, angka itu diprediksi akan berkurang jauh hingga 50% karena lonjakan kasus covid-19 membuat pemerintah menerapkan berbagai pembatasan yang berimbas pada menurunnya jumlah penumpang.

Selain itu, sektor pendapatan lainnya yakni anggaran subsidi dari Pemprov DKI Jakarta. Untuk tahun ini, PT MRT Jakarta memastikan pendapatan sektor subsidi ini mencapai hampir Rp900 miliar.

"Kita harus memastikan pendapatan ini bisa lancar. Kami yakin Pemprov DKI berkomitmen untuk memberikan. Kalaupun ada penundaan ya itu karena pandemi. Tapi kami akan upayakan masih ada sisa pembayaran sekitar Rp400 miliar. Ini bisa diupayakan lewat APBD Perubahan," tutupnya. (OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Suwandy

Disdik Kota Bekasi: Tidak Ada Paksaan Pelajar Beli Seragam Baru

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Minggu 26 September 2021, 10:25 WIB
Siswa-siswi yang kurang mampu bisa menggunakan seragam yang tidak harus...
MI/RAMDANI

1.500 Sekolah Bakal Pembelajaran Tatap Muka, DPRD DKI: Masih Relevan

👤¬†Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 26 September 2021, 09:52 WIB
Jika ditambah dengan 610 sekolah yang sudah menerapkan PTM sejak 30 Agustus silam, ada total 1.500 sekolah yang akan menerapkan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Cara Giring Kritik Anies Tidak Mendidik Bagi Generasi Muda

👤¬†Selamat Saragih 🕔Minggu 26 September 2021, 09:28 WIB
Pernyataan Plt Ketum PSI, Giring Ganesha, menuding Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, 'pembohong' kalimat ini tidak ...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya