Senin 05 Juli 2021, 15:34 WIB

Di Jakarta 45 Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Di Jakarta 45 Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Petugas pemakaman membawa peti jenazah korban COVID-19

 

PADA Jumat (2/7) lalu, Pemprov DKI mencatat ada 396 kematian akibat covid-19. Lalu dari jumlah tersebut sebanyak 45 pasien covid-19 meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Hal ini disampaikan oleh Kasi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Rahma.

"Saat ini yang dikhawatirkan ialah terakhir (pemakaman) protap Covid di DKI. Dua hari lalu, itu yang meninggal yang suspek dan positif itu 396 orang dalam sehari. Di mana 45 di antaranya meninggal di rumah, 10 persennya meninggal di rumah," kata Ngabila dalam diskusi virtual, Minggu (4/7).

Ngabila mengatakan, mulanya saat menjalani isolasi mandiri, banyak pasien yang dalam kondisi stabil. Namun, covid-19 membuat kondisi seseorang dapat memburuk secara tiba-tiba sehingga dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang cepat.

Gejala yang diduga menjadi penyebab kematian pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah antara lain Hipoksemia atau yang kerap disebut Happy Hypoxia. Gejala ini adalah menurunnya saturasi oksigen dalam tubuh secara drastis yang dapat mengakibatkan kegagalan fungsi organ seperti jantung dan paru-paru.

Baca juga: PPKM Darurat, PMT/TTIC Kementan Gencarkan Distribusi Pangan Online 

"Artinya orang yang mungkin baru rapid antigen dan hasilnya positif atau tiba-tiba dia happy hypoxia. Awalnya bagus tiba-tiba saturasi oksigen ada di bawah 85% dan dia sesak mendadak dan akhirnya dia meninggal. Ada sekitar 10%," jelas Ngabila.

Menurut dia hal ini disebabkan kurangnya koordinasi antara warga yang menjalani isolasi mandiri dengan aparat semisal Satgas Covid-19 di tingkat RT dan RW. Satgas Covid-19 di tingkat RT dan RW kini menjadi tulang punggung penanggulangan covid-19 di tingkat permukiman warga.

Dalam kondisi kasus covid-19 yang sedang meninggi saat ini, seluruh warga diharapkan partisipatif dan kolaboratif dalam penanggulangan pandemi. Warga yang memiliki hasil reaktif dari tes usap antigen diminta untuk segera melapor ke RT dan RW agar bisa didampingi jika diputuskan menjalani isolasi mandiri.

 "Jadi teman-teman, sebisa mungkin antigen positif langsung PCR. Karena antigen itu, dari 95% antigen positif, pasti hasil PCR positif. Tetapi antigen negatif, belum tentu PCR-nya negatif, jadi karena antigen dengan alat dan digandakan berkali-kali karena memang dia sifatnya untuk mendiagnosis. Jadi kita deteksi sedini mungkin, kita isolasi sedini mungkin sehingga dia tidak menyebar," jelasnya. (OL-4)

Baca Juga

DOK POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polisi Rampungkan Kasus TPPU Mafia Sabu Beraset Rp14,8 M

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 17:35 WIB
Kasus penyelundupan narkoba jenis sabu terungkap pada awal Maret...
Medcom.id

Bareskrim Bongkar Komplotan Judi Daring Berkedok Pornografi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 16:00 WIB
Situs judi daring dan pornografi ini menggunakan satu website yang dimodifikasi bernama...
Antara

Rachel Vennya Ganti Warna Mobil karena Keinginan Pribadi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 15:29 WIB
Polda Metro Jaya mengungkapkan saat Rachel Vennya membeli mobil di showroom, hanya tersedia warna putih. Sedangkan, sang selebgram ingin...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya