Rabu 09 Juni 2021, 22:29 WIB

Perketat Pengawasan Keuangan, Pemprov DKI Luncurkan Si-Perisai

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Perketat Pengawasan Keuangan, Pemprov DKI Luncurkan Si-Perisai

MI/M. irfan
Wakil Gubernur DKi Jakarta Ahmad Riza Patria

 

DALAM rangka meningkatkan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta membuat Sistem Informasi Pengelolaan Risiko dan Pengendalian (Si-Perisai). Wakil 

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria hadir dalam acara Kick-Off Penerapan Manajemen Risiko Pemprov DKI Jakarta melalui Si-Perisai di ruang Pola Bapeda Balai Kota, Jakarta Pusat pada Rabu (9/6).

Dalam kesempatan tersebut, Riza mengapresiasi Inspektorat Provinsi DKI Jakarta yang telah membangun suatu sistem sebagai penunjang untuk optimalisasi penyelenggaraan SPIP terutama dalam melakukan pengelolaan risiko.

"Kegiatan penting hari ini sebagai langkah kita untuk menghadirkan inovasi dalam peningkatan efektivitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, diperlukan manajemen risiko guna mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik," terang Riza.

Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, Si-Perisai hadir sebagai solusi untuk memudahkan penerapan manajemen risiko dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan SPIP di Lingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dengan harapan dapat membantu seluruh unsur perangkat daerah dalam pencapaian target kinerjanya, sehingga mendukung pencapaian tujuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga : FTBM Gelar Literasi Pesisir di Kampung Nelayan Kalibaru, Cilincing

Dengan penerapan manajemen risiko yang baik melalui Si-Perisai, maka akan dapat tercapai beberapa nilai positif, antara lain tercapainya target organisasi, potensi fraud hilang, organisasi patuh terhadap regulasi, organisasi menjadi efektif dan efisien, kepercayaan masyarakat meningkat, dan meningkatkan ketahanan organisasi.

"Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, diperlukan komitmen dari seluruh unsur perangkat daerah untuk dapat menerapkan manajemen risiko di masing-masing organisasinya dan saya instruksikan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah untuk menerapkan manajemen risiko di instansinya melalui Si-Perisai sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 122 Tahun 2020 tentang Manajemen Risiko Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," tambahnya.

Riza berharap adanya kerja sama dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan bersama Inspektur Provinsi DKI Jakarta, agar dapat melakukan supervisi, pendampingan, pengendalian serta melakukan monitoring dan evaluasi atas penerapan manajemen risiko agar mencapai tujuan yang ditentukan.

"Penerapan sistem Si-Perisai ini juga dapat mempertahankan dan meningkatkan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang Alhamdulillah kembali diamanahkan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk keempat kalinya. Hal positif ini mari terus dipertahankan dan kita jaga bersama di masa mendatang untuk terus meningkatkan kepercayaan dari masyarakat Jakarta," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 tahun Kasus RS Ummi

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 24 Juni 2021, 14:00 WIB
Khadwanto mengatakan  Hanif Alatas terbukti bersalah melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum...
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Ketua DPRD Kota Bekasi Heran Anggaran Covid-19 Tinggal Rp16 Miliar

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 24 Juni 2021, 13:50 WIB
Pihaknya heran kenapa bisa jumlah tunggakkan membengkak hingga selama 7 bulan tidak...
MI/VICKY GUSTIAWAN

Sebanyak 900 Petak Makam di TPU Rorotan Telah Terisi

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 24 Juni 2021, 13:48 WIB
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan lahan seluas 3 hektare untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Taman Permakaman Umum (TPU) Rorotan,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya