Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menargetkan tahun ini dapat mengurangi timbulan sampah hingga 24%. Pelaksana Tugas Kepala Dinas LH DKI Jakarta Syaripudin mengatakan, tahun lalu target pengurangan timbulan sampah di Jakarta sebesar 20% tercapai.
Pada 2019, rata-rata jumlah sampah yang diangkut ke Bantar Gebang adalah 7.700 ton per hari. Jumlah tersebut berkurang pada 2020 menjadi 7.452 ton per hari rata-rata pada 2020.
"Kita selama tiga tahun terakhir ini selalu tercapai. Nah, tahun ini targetnya adalah 24% dan pada 2025 nanti jumlah timbulan sampah targetnya dikurangi hingga 30%," kata Syaripudin dalam diskusi virtual Rabu Belajar yang ditayangkan di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (2/6).
Di awal tahun ini, jumlah sampah yang dihasilkan warga Jakarta rata-rata per hari adalah 7.600 ton. Syaripudin mengatakan upaya untuk mengurangi jumlah timbulan sampah dapat dilakukan dari sumbernya semisal rumah tangga. Ia meminta agar masyarakat bijak dalam melakukan kegiatan terutama konsumsi sehari-hari.
"Misal dari rumah kita membawa minum dengan botol minum. Ketika kita berbelanja menggunakan tas belanja kain ramah lingkungan. Di kantor juga mulai dikurangi pemberian air minum dalam kemasan ketika ada rapat. Sediakan saja air galon biar mengisi masing-masing," jelas dia.
Baca juga: Jumlah Sampah DKI Meningkat di Bulan Ramadan
Data terakhir menunjukkan 60% sampah yang ada di Jakarta berasal dari rumah tangga. Oleh sebab itu, pihaknya berkonsenterasi dalam pengurangan dan pemilahan sampah di rumah tangga. Pemprov DKI mengatur agar ada pengolahan sampah berbasis rumah tangga melalui Pergub No 77 tahun 2020. RW berupaya untuk menyediakan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga di wilayahnya masing-masing bersama warga secara mandiri.
Untuk memulai mengurangi sampah, setiap rumah bisa melakukan pemilahan sendiri sampahnya masing-masing. Misalnya dengan menyediakan tempat sampah yang berbeda-beda untuk setiap jenis sampah.
"Misal ada tempat sampah organik untuk sisa makanan dan sayur-mayur. Ini bisa untuk pupuk kompos. Lalu kedua sampah plastik dan ketiga sampah kertas. Lalu keempat sampah medis. Ini yang sekarang kami galakkan juga karena kan memang kan sedang masa pandemi. Ada juga sampah residu seperti popok sekali pakai yang memang tidak bisa diapa-apakan lagi, tidak bisa diolah lagi," imbuhnya.
Hingga 2020 ada 147 RW yang memiliki fasilitas pemilahan sampah yang menjadi percontohan. Pihaknya pun akan terus melakukan penambahan jumlah RW yang dapat melakukan pengurangan dan pemilahan sampah mandiri agar mengurangi timbulan sampah yang bisa diangkut ke Bantar Gebang.
"Dengan kampanye ini, kami berharap masyarakat secara sadar dapat mengurangi timbulan sampahnya masing-masing," tukasnya.(OL-5)
Pemkot Bandung merekrut sebanyak 1.596 petugas Gaslah yang akan ditempatkan dengan skema satu orang satu RW.
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved