Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KORLANTAS Polri menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk olah tempat kejadian perkara pada kecelakaan maut bus Sri Padma Kencana di tanjakan Cae, Kecamatan Wado Sumedang, Jawa Barat. TAA diterjunkan agar pihak kepolisian mendapatkan kronologi yang akurat mengenai dalam kecelakaan tersebut.
“Tim TAA kami membackup tim dari Polda Jabar untuk olah TKP. Sebelum, sesaat dan sesudah kejadian secara simulasi data akan diolah secara computerize. Dalam waktu dua hari akan ketahuan hasilnya," ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Kushariyanto, melalui keterangannya, Kamis (11/3).
Baca juga: Menhub Minta KNKT Investigasi Kecelakaan Maut di Sumedang
Kusharyanto mengatakan dari hasil olah TKP sementara, diduga sopir bus kurang menguasai medan jalan yang ada di tanjakan tersebut. Selain itu, dengan cuaca yang gerimis dan kurangnya penerangan juga diduga menjadi penyebab kecelakaan itu.
“Karena bus pariwisata, sopir sepertinya tidak terbiasa melewati jalan ini. Ini jalan alternatif, bukan jalan untuk angkutan terutama bus besar. Ditambah cuaca menurut saksi gerimis dan penerangan yang kurang," kata Kusharyanto.
Kusharyanto lalu meminta pemerintah daerah membatasi kendaraan besar dan berat untuk melintas karena kondisi jalan yang sangat rawan.
Seperti diketahui, tercatat data 27 korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus di Jalan Raya Wado-Malangbong tepatnya di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3).
Bus Pariwisata Sri Padma Kencana No Pol T 7591 TB membawa rombongan siswa beserta Guru Sekolah SMP IT Al-Muaawanah Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, masuk Jurang dengan kedalaman kurang lebih 20 meter. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved