Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DI kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, saat ini terdapat kedai kopi unik. Kedai kopi bernama 'Difabis; yang khusus mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai karyawannya.
Difabis merupakan program Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)-Bazis DKI. Baznas (Bazis) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta. Kedai Kopi berada tepat di bawah jembatan stasiun Sudirman.
Semua pekerja di Kopi Difabis adalah orang penyandang disabilitas, ada yang tunadaksa dan ada juga yang tunarungu. Para Difabel mereka terlihat bangga dan senang menjadi karyawan kedai kopi. Terlihat antusias dan bersemangat dalam bekerja dengan segala keterbatasannya. Di kedai Kopi Difabis pembeli tidak perlu bingung. Difabis dilengkapi dengan cara-cara memesan menggunakan gaya bahasa isyarat.
Jadi, mempermudah pegawai dan pengunjung untuk berkomunikasi. Meski dilayani oleh penyandang disabilitas, tetapi kedai Difabis ini selalu didampingi oleh perwakilan dari Baznaz setiap harinya.
Dipo Gustira dan Gigin, selaku perwakilan Baznas (Bazis) mengatakan kepada awak media, Sabtu (7/2) bahwa didirikannya Difabis ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan melatih kemandirian para penyandang disabilitas.
"Jadi di sini kita juga melatih kemandirian mereka. Kita harapannya Difabis ni sebagai sarana pelatihan aja. Pelatihan selama 3 bulan, 6 bulan atau setahun. Agar mereka bisa mandiri mengelola dengan baik," ujar Gigin.
Sudah dilatih
Lebih lanjut, Gigin juga menjelaskan kalau para penyandang disabilitas sudah terlatih, mereka akan mencari sponsor untuk mendanai pembuatan kedai-kedai serupa. Nantinya akan dikelompokkan 3-4 orang dalam satu kedai.
Selain menawarkan minuman kopi dan non kopi, kedai Difabis juga menawarkan berbagai camilan. Mulai dari roti, kerupuk, kacang, keripik, kurma dan masih banyak lagi. Makanan tersebut merupakan produk dari pelaku UMKM.
"Kalau untuk produknya harapannya sih kita ada difabel yang buat sendiri. Beberapa produk juga sudah ada difabel yang buat. Nah, kebanyakan makanan yang masuk ini harus melewati kurasi dari dinas UMKM," lanjut Gigin.
Para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difabis ini tergabung dalam komunitas Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia (KAPCI). Namun, Dipo dan Gigin mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan mengajak difabel dari komunitas lainnya.
Meski masih terbilang baru, tetapi respon positif sudah mulai berdatangan. Dapat terlihat dari banyaknya pengunjung yang mampir ke kedai untuk sekadar membeli kopi atau camilan lainnya.
Difabis ini buka setiap hari Senin - Sabtu. Mulai dari pukul 10.00 hingga pukul 19.00. Dan kini menyesuaikan dengan protokol PPKM yang diterapkan di Jakarta. (RO/OL-09)
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selaku pemegang saham mayoritas melakukan perubahan pada susunan Dewan Komisaris Transjakarta
Pemprov DKI Jakarta terapkan WFH dan PJJ akibat cuaca ekstrem Januari 2026. Simak durasi kebijakan dan aturan lengkap dari Gubernur Pramono Anung.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengimbau pekerja swasta dan aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta menerapkan work from home atau bekerja dari rumah akibat cuaca ekstrem yang melanda DKI
Dinas Bina Marga sebenarnya sudah mengenal dan mulai menggunakan material beton porus maupun aspal porus yang memiliki kemampuan menyerap air.
Ia mengakui capaian tersebut masih jauh dari ketentuan ideal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan porsi RTH Jakarta dapat mencapai 30% pada 2045.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Kisah Grisna Anggadwita menunjukkan bagaimana pemberdayaan dan pendekatan manusiawi membuka peluang ekonomi inklusif.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved