Kamis 03 Desember 2020, 12:56 WIB

Rencana Kenaikan Gaji DPRD DKI Saat Pandemi Dinilai Beratkan Warga

Hilda Julaika | Megapolitan
Rencana Kenaikan Gaji DPRD DKI Saat Pandemi Dinilai Beratkan Warga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di area Gedung DPRD DKI Jakarta.

 

RENCANA kenaikan Anggaran Rancangan Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI sangat disayangkan karena dinilai akan memberatkan warga Jakarta. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi.

Menurutnya, saat ini, rakyat tengah menghadapi situasi sulit akibat pandemi covid-19 yang mengakibatkan pendapatan menurun. Pandemi pun, kata dia, turut berdampak pada berkurangnya pendapatan daerah dari sektor pajak.

“Kalau dipaksakan juga, kasihan rakyat karena yang gaji anggota dewan dan kepala daerah itu rakyat yang nanggung,” ujar Uchok di Jakarta, Rabu (3/12).

Baca juga: DPRD DKI Klaim Naiknya Tunjangan Anggota Dewan Sesuai Aturan

Pemprov DKI Jakarta diketahui mengusulkan nilai KUA-PPAS untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 sebesar Rp82,5 triliun.

Dalam KUA-PPAS itu, terdapat kenaikan anggaran untuk Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta yang mencapai Rp888.681.846.000. Bila dibagi dengan 106 anggota DPRD DKI, total anggaran yang diajukan untuk 2021 mencapai Rp8.383.791.000 per anggota dewan.

Adapun rinciannya, pendapatan langsung Rp173.249.250/bulan, pendapatan tidak langsung 1, Rp143.400.000/bulan, pendapatan tidak langsung 2, Rp264.000.000/tahun, serta kegiatan reses dan sosialisasi Rp4.320.000.000/tahun.

Uchok melihat jumlah itu melonjak drastis dibandingkan APBD DKI 2020 yang hanya Rp152.329.612.000 per tahun.

Salah satu pos anggaran yang membuat anggaran pegawai DPRD DKI 2021 melambung adalah meroketnya gaji dan tunjangan anggota DPRD.

Tahun ini, 101 anggota DPRD DKI Jakarta mendapatkan total gaji dan tunjangan sebesar Rp129 juta. Setelah dipotong pajak penghasilan (PPh) Rp 18 juta, gaji bersih mereka mencapai Rp111 juta.

Sedangkan, dalam RKT DPRD DKI 2021, setiap anggota akan mendapatkan gaji bulanan Rp173.249.250 sebelum dipotong pajak penghasilan (PPh).

Melihat angka-angka tersebut, Uchok menyebut rencana kenaikan anggaran DPRD sebenarnya layak dipertanyakan. Pasalnya seiring berkurangnya pendapatan daerah dari sektor pajak akibat pandemi, akan membuat banyak proyek Pemprov DKI terbengkalai.

“Dana (untuk proyek) tidak ada karena ekonomi belum membaik,” kata dia.

Lagipula, kata dia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta tahun ini merosot.

Merosotnya PAD DKI itu sempat disampaikan Gubernur Anies Baswedan dalam Rapat Musyawarah Pembangunan (Musrembang), April lalu. Saat itu, kata Anies, PAD DKI merosot hingga 53%. Terlebih lagi, menurut Anies, pendapatan utama DKI Jakarta memang mengandalkan pajak.

Oleh karena itu, Uchok menilai fungsi pengawasan dari DPRD DKI tidak akan terlalu dibutuhkan tahun depan karena proyek-proyek Pemprov diprediksi akan banyak yang terbengkalai.

“Artinya lagi, anggota dewan tidak akan ada kerjaan besok. Apa yang mau diawasi?”

Ia pun menyarankan, bila DPRD DKI bersikukuh mengesahkan penambahan Rancangan Kerja Tahunan (RKT) 2021, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harus turun tangan.

“Kita minta Mendagri Tito Karnavian merevisi banyak kegiatan dalam anggaran DPRD,” pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda di Jakarta Selesai 2030

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 21:13 WIB
Dia berharap pembangunan jalur sepeda itu akan makin meningkatkan minat dan kenyamanan warga Jakarta dalam...
Antara

Langgar PPKM, Pol PP Segel Dua Karoke di Jakbar

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 19:05 WIB
Petugas juga menyita sebanyak 99 botol miniman keras (miras) hasil razia gabungan terhadap dua tempat hiburan...
Antara

Angka Positif di Jakarta Bertambah1.737 Kasus

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 18:45 WIB
Angka positif di Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia. Kemudian Jawa Barat menyumbang 876 kasus baru. Penambahan pasien sembuh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya