Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MELAKSANAKAN misi penataan kawasan, Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran semakin gigih untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat beraktivitas di Kemayoran melalui greenbelt. Berada di Jalan HBR Motik dan Jalan Benyamin Sueb, area hijau ini berfungsi untuk mengurangi polusi Kota Jakarta dan menambah kesejukan kawasan.
Memiliki lebar 25-30 meter, area greenbelt ini nyaman dimanfaatkan sebagai area berkumpul dan melakukan aktivitas kelompok lainnya. Ditambah lagi, PPK Kemayoran membangun jogging track untuk memfasilitasi masyarakat berolahraga lari maupun bersepeda.
Greenbelt sepanjang kurang lebih 1,7 km di Jalan HBR Motik ini dibangun oleh PPK Kemayoran sekitar 1990-an kemudian dilengkapi dengan fasilitas jogging track yang dibangun pada 2005.
Setelah itu, pada 2017 dibangun kembali area greenbelt di Jalan Benyamin Sueb sepanjang 4 km dengan menambah fungsinya sebagai area penyerapan air. Pertimbangan itu menjadikan pembangunan greenbelt menggunakan material beton biopori sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir.
Tidak hanya itu, untuk semakin memanjakan pejalan kaki dan masyarakat yang berolahraga, PPK Kemayoran melengkapi area greenbelt dengan menanam pohon rindang dan tanaman indah, di antaranya pohon kayu putih, ketapang, serta tanaman-tanaman rendah yaitu ruellia, melati jepang, dan lantana.
Baca juga: 577 KK Terdampak Pembangunan JIS di Kampung Bayam dapat Kompensasi
Ditambah lagi, perawatan area greenbelt tertib dilaksanakan dengan melakukan pembersihan dan mengganti tanaman yang sudah tua atau mati dengan tanaman baru sejenis yang sehat.
Keberadaan greenbelt ini memiliki peranan penting bagi kawasan PPK Kemayoran yang ditetapkan sebagai kawasan hijau dengan presentasi area hijau sebesar 30% dan lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain di Jakarta. Oleh karena itu, PPK Kemayoran mempersiapkan rencana untuk semakin melestarikan dan memberikan kenyamanan di ruang hijau ini.
Mengenai hal tersebut, Direktur Perencanaan dan Pembangunan PPK Kemayoran, Riski Renando, mengungkapkan rencana khusus untuk area greenbelt di masa depan.
“Kedepannya penerangan di pedestrian dan greenbelt akan diperbaiki agar lebih terang di malam hari dan kegiatan-kegiatan lain bisa dilakukan jika kita membuat spot-spot area untuk masyarakat umum beraktivitas seperti berolahraga dan penanaman, dan juga dapat dibangun tema-tema tersendiri,” ungkap Riski.
Melalui komitmen dalam penataan kawasan ini, diharapkan greenbelt kawasan Kemayoran dapat menjadi area yang aktif dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk beraktivitas. Selain itu, ruang hijau ini pun dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi banjir. (RO/S-2)
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Kebijakan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 dipandang sebagai stimulus positif.
INPP memasang target pertumbuhan pendapatan moderat pada 2026 di kisaran 5% hingga 10% pada 2026.
Keberadaan pusat pendidikan, fasilitas kesehatan, kawasan komersial, serta akses yang semakin terkoneksi menjadikan Binong Karawaci sebagai kawasan yang diminati masyarakat urban.
Jokowi mengatakan sebuah kota harus diciptakan green (ramah lingkungan), smart dan friendly juga loveable
Meningkatnya minat masyarakat terhadap hunian alami dan sehat membuat Bogor jadi wilayah menarik untuk tempat tinggal utama.
Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan mengenai Program Pengelolaan Kampus Hijau dan Berkelanjutan.
KOTA Yogyakarta, masih kekurangan ruang terbuka hijau (RTH). Menurut ketentuan UU No: 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, proporsi RTH pada wilayah kota paling sedikit 30 persen
SEPULUH kecamatan di Kota Semarang, Jawa Bengah berstatus zero covid-19. Sedangkan enam kecamatan lainnya masih terdapat kasus aktif Covid-19 dengan jumlah total 12 kasus.
Buku ini melibatkan sejumlah ilmuwan, ekonom, dan novelis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved