Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
WILAYAH pesisir utara Jakarta dan sekitarnya, hari ini, Kamis (19/11), diperkirakan masih akan dilanda gelombang pasang air laut. Kondisi ini sudah melanda Jakarta sejak Senin (16/11) lalu yang mengakibatkan banjir rob di beberapa RT di beberapa kelurahan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (PDIK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf mengatakan gelombang pasang air laut tinggi ini disebabkan beberapa kondisi.
"Angin di Perairan Belitung, Selat Karimata, dan Selat Gelasa umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara. Angin di utara perairan Jawa bagian barat umumnya bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan angin antara 4 - 15 knot," kata Insaf saat dikonfirmasi, Kamis (19/11)
Baca juga: Dampak Rob di Muara Baru, Pengusaha Ikan Rugi Puluhan Miliar
Beberapa titik di pesisir utara Jakarta yang mengalami gelombang tinggi di antaranya kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dengan kecepatan angin 4-13 knots dan tinggi gelombang maksimal 1,25 meter.
"Pasang/surut air laut di titik ini minimum 0,5 meter diperkirakan terjadi hari ini pukul 19.00 WIB. Kemudian, pasang/surut air laut juga akan terjadi pada pukul 11.00 WIB dengan maksimal ketinggian 1,1 meter," jelasnya.
Sementara itu, di beberapa titik lain seperti Pelabuhan Nizam Zachman, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Kalibaru, Muara Angke, Kali Adem, dan wilayah Kepulauan Seribu akan dilanda gelombang pasang dengan ketinggian 0,5 meter sampai 1,25 meter.
"Adapun wilayah Kepulauan Seribu akan dilanda hujan ringan. Informasi ini akan diperbarui terus-menerus sebagai informasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan," terang Insaf. (OL-1)
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Pada Minggu (4/1), kapal Dumai Line yang sedang melayani rute Dumai-Batam diterjang ombak tinggi dan angin kencang, menciptakan suasana mencekam di antara penumpang.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved