Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tingkat Okupansi Ruang Rawat Covid-19 di Jakarta Sekitar 50%

Yanti Nainggolan
05/11/2020 12:14
Tingkat Okupansi Ruang Rawat Covid-19 di Jakarta Sekitar 50%
Pasien covid-19 menunggu dijemput ke Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta.(ANTARA/Aditya Pradana Putra)

PEMERINTAH Provinsi Pemprov DKI Jakarta memastikan siap menghadapi lonjakan kasus covid-19 pascalibur panjang akhir Oktober 2020. Pasalnya, tingkat okupansi ruang rawat sekitar 50 persen.

"Sejauh ini, (okupansi) ICU 58%, kemudian untuk rawat inap sekitar 50%," terang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Kamis (5/11).

Sementara, okupansi di hotel isolasi mandiri sebanyak 21%. Anies yakin, berdasarkan ketersediaan tersebut, DKI siap menghadapi lonjakan kasus covid-19.

Baca juga: Menurun, Pasien Rawat Inap di Wisma Atlet Kurang dari 1.000

"Makin tinggi okupansi, makin senang. Untuk rumah sakit, kita maunya (okupansi) lebih rendah," tambah dia.

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU untuk penanganan covid-19. Hingga 1 November, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 98 RS rujukan.

"Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 5.782, persentase keterisiannya sebesar 52%," ujar kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11).

Sementara, jumlah tempat tidur ICU sejumlah 793 dengan tingkat keterisian 58%. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya