Selasa 03 November 2020, 18:12 WIB

Penerimaan DKI Menyusut, Anies Lakukan Penghematan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Penerimaan DKI Menyusut, Anies Lakukan Penghematan

MI/Fransisco Carolio
Petugas menata tanaman hias di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

 

PENERIMAAN Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta menurun akibat pandemi covid-19. Realisasi penerimaan APBD DKI hingga akhir Juni 2020 tercatat Rp23,88 triliun, atau baru 29,04% dari target sebesar Rp82,19 triliun.

Sampai akhir Juni 2020, belanja daerah sebesar Rp19,86 triliun atau 24,95% dari target sebesar Rp79,61 triliun. Realisasi belanja mencakup belanja tidak langsung 32,46% dan belanja langsung 19,15%.

Dalam rapat paripurna terkait rancangan APBD-P 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi makro ekonomi dan pelaksanaan APBD per Juni 2020.

Baca juga: Naikkan UMP DKI 2021, Ini Alasan Anies

"Secara umum, penambahan anggaran dilakukan pada jenis belanja tidak terduga dari belanja tidak langsung, yang semula Rp188 miliar menjadi Rp5,19 triliun, atau naik lebih dari 27 kali lipat. Ini dalam rangka percepatan penanganan covid-19," ungkap Anies, Selasa (3/11).

Pengurangan anggaran dalam postur APBD-P 2020 juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi. Seperti rasionalisasi belanja pegawai penghematan anggaran belanja barang atau jasa sekitar 50%. Khususnya, untuk perjalanan dinas, barang pakai habis untuk keperluan kantor, cetak dan penggandaan, hingga pakaian dinas dan atribut.

Baca juga: DPRD DKI Tagih Rancangan APBD Perubahan 2020

Berikut, penghematan anggaran perawatan kendaraan bermotor, sewa rumah atau gedung, sewa sarana mobilitas, sewa alat berat, jasa kantor, jasa konsultasi, tenaga ahli atau narasumber, sampai makanan dan minuman di kantor maupun luar kantor. Kemudian, pengurangan kegiatan sosialisasi, workshop, bimbingan teknis, pelatihan dan FGD, serta pertemuan lain yang mengundang banyak orang.

Rasionalisasi juga dilakukan pada belanja modal sekitar 50%. Itu dengan mengurangi pengadaan kendaraan dinas atau operasional, pengadaan mesin dan alat berat, pengadaan tanah, hingga renovasi ruangan atau gedung. Pemprov DKI juga menunda pembangunan gedung baru dan infrastruktur lain pada tahun berikutnya.(OL-11)

Baca Juga

dok.ist

Pemkab Bogor Minta RS Mary-Warga Mediasi Soal Portal

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:45 WIB
SEBAGIAN masyarakat yang merupakan pasien mengeluhkan akses menuju Rumah Sakit (RS) Mary Cileungsi Hijau, yang dinilai agak terhambat...
MI/Ramdani

Wagub DKI Ungkap Rencana Pulau G Jadi Lokasi Hunian Masih Dibahas

👤Kautsar Widya P 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:18 WIB
"Belum ada bangunan permanen yang terlihat di pulau itu sampai saat ini. Nanti kita tunggu...
Antara

Pemprov DKI Janji Tutup Semua Tempat Prostitusi

👤Ant 🕔Sabtu 24 September 2022, 21:58 WIB
Riza meminta masyarakat untuk melaporkan adanya praktik prostitusi sehingga bisa segera...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya