Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU pembunuhan terhadap News Video Editor Metro TV Yodi Prabowo belum ditangkap. Polisi mengaku masih memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk membuat benderang perkara.
Informasi yang diterima Media Indonesia menyebut sejauh ini penyidik mencurigai sejumlah orang yang diduga kuat melakukan aksi sadis itu. Yodi juga diduga sempat dianiaya kemudian dibunuh oleh lebih dari satu pelaku.
Informasi lain mengatakan, Yodi diduga tidak dibunuh di tempat jasadnya ditemukan. Hal tersebut masih diselidiki oleh tim yang dibentuk khusus oleh Polda Metro Jaya.
Baca juga: Putusan Hakim untuk Penyerang Novel, Tim Hukum: Skenario Sempurna
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya sedang mendalami kasus tersebut. Tercatat sudah 27 orang saksi yang diperiksa.
Yusri menambahkan dua kamera CCTV yang diambil dari dekat TKP penemuan jasad dan di pinggir tol sedang diperiksa oleh tim Pusat Laboratorium Forensik Polri.
Ia mengatakan rekaman dari kamera pengawas tersebut dalam keadaan buram sehingga sulit memberikan petunjuk terkait alur kematian korban. "Masih sulit. Dari kamera itu kami ingin tahu almarhum ini dengan siapa mulai dari dia pamit dari kantor lalu ke mana," ujarnya, Jumat (17/7).
Dari hasil autopsi, polisi menemukan dua luka tusuk benda tajam pada bagian leher dan dada Yodi. "Luka di leher mengakibatkan putus di tenggorokan, dan di dada mengenai iga dan menembus paru-paru," ungkap Yusri.
Yodi ditemukan tidak bernyawa di pinggir Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (10/7), oleh tiga anak kecil yang bemain layang-layang. Di lokasi perkara pihak kepolisian juga menemukan satu set baju lengkap, ponsel milik Yodi, serta sebilah pisau. (J-3)
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved