Selasa 14 Juli 2020, 09:54 WIB

Dinkes: 5,5% Pedagang Pasar di Jakarta Positif Covid-19

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dinkes: 5,5% Pedagang Pasar di Jakarta Positif Covid-19

ANTARA FOTO/Feny Selly
Pedagang memakai pelindung (face shield) di wajahnya usai sosialisasi alat pelindung diri (APD).

 

DINAS Kesehatan DKI Jakarta melakukan tes usap atau swab kepada para pedagang di pasar tradisional. Berdasarkan catatan Dinkes DKI hingga Senin (13/7) kemarin, 5,5% dari total sekitar 9.000 pedagang pasar positif Covid-19.

"Pasar sudah dilakukan tindakan selain edukasi dan imbauan, ada petugas yang turun. Di pasar sekitar 5,5% kasus positif dari total yang diperiksa swab-nya. Itu sudah dilakukan. Langkah-langkah itu dilakukan Wali Kota dan pengelola," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota, Jakarta, Selasa (14/7).

Baca juga: Penggemar Bike Sharing Bertambah, Stasiun Penyewaan Akan Ditambah

Widyastuti menyebut pasar-pasar yang pedagangnya terbukti positif akan dilakukan penutupan untuk penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi. Penutupan dilakukan dengan dua metode, yakni penutupan seluruh pasar dan ada pula penutupan sebagian pasar.

"Ada yang ditutup full, ada yang beberapa blok. Di dalam satu pasar itu misalnya satu blok tempat pedagang yang terpapar Covid-19 yang ditutup," tukasnya.

Sementara itu, menurut data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), ada 81 pedagang pasar tradisional di Jakarta yang positif Covid-19 dari hasil swab test yang keluar sejak 26 Juni hingga kemarin.

Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi, Reynaldi Sarijowan, mengatakan Ikappi meminta kepada semua pihak khususnya pemda dan pengelola untuk lebih aktif melakukan edukasi tentang bahaya Covid-19 dan melakukan penguatan koordinasi dalam rangka menjalankan protokol kesehatan di pasar tradisional.

"Pada kurun waktu bulan Juni 2020, kami lihat bahwa ritme peningkatan teridentifikasi lebih tinggi dibanding bulan bulan sebelumnya. Padahal protokol kesehatan terus digalakkan di setiap pasar. Maka kami minta agar ada penguatan edukasi dan bahaya Covid-19 dan memperkuat keterlibatan serta peran pedagang dalam proses protokol kesehatan," tegasnya.

Baca juga: BPTJ Minta Masyarakat Bijak Bertransportasi Saat Pandemi

Informasi yang terus Ikappi terima yakni bahwa ketidakpercayaan publik terhadap bahaya Covid-19 menjadi faktor utama peningkatan Covid-19 di pasar. Disinformasi yang berkembang di bawah khususnya pedagang pasar dan pengunjung.

"Ikappi mendorong agar penguatan terhadap protokol kesehatan di pasar dan edukasi yang harus kita lakukan secara bersama-sama kepada pedagang menjadi hal utama untuk dilakukan. Hal kedua ialah mendorong keterlibatan pedagang dalam proses kebijakan yang diambil atau protokol kesehatan yang dilakukan di pasar," tegasnya. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Anies: Ada Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Setelah Libur Lebaran

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:04 WIB
Meski ada larangan mudik Lebaran, namun Anies tidak menampik terjadi pergerakan penduduk dalam jumlah besar. Diprediksi, 1,2 juta...
Antara

Kapolda Metro: Penyekatan Kurangi Arus Mudik Hingga 50%

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 14 Mei 2021, 14:56 WIB
Saat ini, Polda Metro Jaya fokus mengantisipasi arus balik Lebaran, berkoordinasi dengan Pemprov DKI dan Kodam Jaya untuk melakukan...
ANTARA

Antisipasi Arus Balik, Anies Lakukan Dua Lapis Pengetatan

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 14 Mei 2021, 14:45 WIB
Anies mengatakan lapis pertama adalah melakukan skrining terhadap kendaraan pribadi di pintu masuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya