Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Korps Bhayangkara menyatakan kesiapan untuk berperang melawan peretas atau hacker.
"Untuk para hacker, Siber Cirme Mabes Polri siap untuk perang dengan hacker yang membuat akun menjadi tidak berguna dan melanggar pidana," tegas Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Selasa (7/7).
Penegasan Argo merespons pengungkapan kasus peretasan yang dilakukan hacker asal Sleman, Yogyakarta. Tersangka bernama Agus Dwi Cahyo telah meretas 1.309 situs sejak 2014. Situs yang diretas merupakan milik lembaga negara, lembaga pendidikan, serta jurnal ilmiah.
Baca juga: Peretas Asal Jogja Raup Untung Miliaran Rupiah
Beberapa situs yang telah diretas, yaitu Badilum Mahkamah Agung, AMIK Indramayu, Pengadilan Negeri Sleman, Universitas Airlangga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Lapas 1 Muara Enin.
Kepolisian, lanjut dia, berkomitmen untuk mencari peretas yang merugikan banyak pihak dan melanggar hukum. Terhadap kasus Agus, polisi masih mendalami potensi keterlibatan tersangka lain. Dari pengakuannya, Agus diketahui belajar meretas secara otodidak.
"Kita sedang mengecek dan mendalami apakah pelaku sendirian, atau ada orang lain yang ikut serta," imbuh Argo.
Baca juga: Pemerintah Evaluasi Opsi Penghapusan SIKM
Polisi menjerat Agus dengan Pasal 27 Ayat (4) Jo Pasal 45 Ayat (4) dan atau Pasal 46 Ayat (1), (2) dan (3) Jo Pasal 30 Ayat (1), (2) dan (3) dan atau Pasal 48 Ayat (1), (2) dan (3) Jo Pasal 32 Ayat (1), (2) dan (3) dan atau Pasal 49 Jo Pasal 33 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 362 dan atau Pasal 363 KUHP.
Adapun ancaman hukumnya adalah penjara maksimal selama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.(OL-11)

DINAS Rahasia AS tengah menyelidiki gangguan pada eskalator dan teleprompter saat kunjungan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump ke Sidang Majelis Umum PBB.
Fitur ini disebut Memory Integrity Enforcement (MIE), dirancang untuk menghentikan bug kerusakan memori, salah satu kerentanan paling umum yang dieksploitasi pengembang spyware
Google bantah kabar peretasan gmail. Perusahaan ini menegaskan sistem keamanan mereka masih tangguh.
Anthropic mengungkap AI Claude disalahgunakan peretas, termasuk Korea Utara, untuk serangan siber, pencurian data, hingga penipuan kerja jarak jauh.
"Berdasarkan hasil penelusuran dan validasi yang telah kami lakukan, kami memastikan bahwa klaim kebocoran data yang dikelola Pemprov Jabar itu tidak benar,"
Maskapai Qantas mengalami serangan siber yang menyasar sistem layanan pelanggan milik pihak ketiga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved