Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan bakal menerjunkan ribuan aparat keamanan gabungan untuk mengawasi ketat pergerakan warga di pasar tradisional. Pasalnya tempat tersebut memiliki probabilitas tinggi penyebaran covid-19.
"Gubernur mengerahkan 5.500 personil untuk disebar ke 148 pasar (di Jakarta) untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan," ungkap Direktur Keuangan dan Administrasi Perusahaan Daerah Pasar Jaya Ratih Mayasari dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (2/7).
Pengawasan tersebut bakal dilakukan dengan sistem dua ahift penjagaan di tiap pasar. Ratih menambahkan, upaya lain untuk mencegah penularan covid-19 ialah lakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di setiap pasar.
"PD Pasar Jaya telah melakukan penyemprotan pasar secara rutin, dan jika ada yang terindikasi positif akan ada penutupan sementara untuk dilakukan pembersihan (penyemprotan disinfektan) selama tiga hari," jelas Ratih.
Kerja sama yang baik di pasar dengan seluruh Dinas di lingkungan Pemprov DKI, TNI-Polri, dan warga harus tetap dijalankan. Pedagang juga diminta harus tertib dan taat prosedur di pasar.
Baca juga : Ombudsman Jakarta Minta Pasar Diawasi Ketat saat PSBB Transisi
Ratih juga menyebut penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat dan tegas dilakukan dengan melarang pengunjung yang tidak menggunakan masker untuk masuk ke pasar.
Sebelumnya, Anies menyebut pasar dan kereta rel listrik (KRL) menjadi tempat yang masih rawan penularan covid-19 ditengah pelonggaran aktivitas warga di masa transisi.
"Ke depan, unsur TNI, polisi, ASN, akan diterjunkan untuk mengawasi secara ketat pasar-pasar di DKI. Jam operasinya (pasar) akan dikembalikan normal dan juga ganjil genap (untuk pedagang) dalam pasar akan ditiadakan, tapi jumlah pengunjung yang masuk pasar akan dikendailkan," terang Gubernur Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, pada Rabu (1/7). (OL-7)
Jelang Natal dan tahun baru, harga cabai merah dan telur di pasar tradisional terus merangkak naik cukup signifikan hingga banyak pembeli mengeluhkan kenaikan itu
Pasar Murah yang dilakukan Pemprov Jatim selama menyasar daerah daerah pinggiran kota yang sangat jauh dari pasar Tradisional, sehingga tidak perlu harus ke Pasar Tradisional.
Pasar tradisional masih menghadapi tantangan besar, tidak hanya soal kesan kumuh, tetapi juga persaingan dengan pasar modern dan e-commerce.
Sebanyak 153 pasar yang dimiliki Jakarta, belum semuanya direvitalisasi
Sebanyak 60 dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta dalam kondisi kumuh dan rawan banjir akibat tak terawat dan kosong
Kenaikan tersebut, banyak dikeluhkan para pembeli termasuk komoditas lain ikut merangkak naik seperti sayuran, cabai merah, bawang putih, bawang merah dan lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved