Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pembangunan infrastruktur di Jakarta terhenti akibat wabah Covid-19 yang menyebabkan minimnya pemasukan ke kas daerah. Meskipun demikian, Pemprov DKI Jakarta tidak menghentikan program pengendalian banjir selama wabah Covid-19.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf menyebut program pengendalian banjir Jakarta terus berjalan. Program-program yang terus berjalan yakni program rutin seperti pengurasan lumpur atau sedimentasi dari saluran-saluran air, kali, maupun waduk dan embung di seluruh Jakarta.
Baca juga: Kasatpol PP Sebut CFD Akan Digelar di Tiap Wilayah
"Jalan terus. Petugas kita di lapangan nggak ada yang berhenti. Program rutin kita jalan terus seperti pengurasan, pengerukan baik yang pakai alat biasa, pakai alat berat di waduk itu jalan terus," kata Juaini saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (23/6).
Sementara itu, untuk program lainnya seperti naturalisasi sungai yang masih akan berlanjut yakni di Kanal Banjir Barat di dekat Stasiun BNI City dan Hotel Shangrilla. "Naturalisasi lanjut terus di KBB," ucapnya.
Di sisi lain, ia menegaskan tidak ada anggaran pengendalian banjir yang dipangkas karena Covid-19. Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga kini tidak menyebut ada pemotongan anggaran bagi pengendalian banjir.
Menurutnya, ada beberapa pembangunan rumah pompa seperti di Kali Angke dan Teluk Gong untuk mengendalikan banjir di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta utara yang direncanakan digeber tahun ini. Lelang pun sudah diajukan ke Badan Penyedia Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI.
"Yang ada hanya ditunda. Perencanaan lelang untuk bangun rumah pompa dan lain-lain kita sudah siap semua diajukan ke BPPBJ. Tapi kan uangnya belum ada karena pemasukan belum maksimal. Sektor-sektor ekonomi baru dibuka sekarang. Nah, kita harap di APBD Perubahan nanti uangnya ada karena ekonomi mulai membaik ya proyeknya bisa jalan," tukasnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menegaskan tidak ada pembangunan infrastruktur baru di sisa tahun 2020 karena anggaran DKI akan diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Namun, Anies menjanjikan tidak ada pemangkasan pada anggaran pengendalian banjir. (OL-6)
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
PERUMAHAN Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, Pantura Subang, masih terendam banjir meski ketinggian air mulai berkurang.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih ada 1.600 warga di Jakarta yang mengungsi akibat banjir.
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved