Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara mengembalikan sebanyak 22 paket sembako, karena merasa tidak berhak menerima bantuan.
Camat Kelapa Gading, M Harmawan membenarkan warga yang tinggal di Kelapa Gading Barat mengembalikan sembako dari Pemprov DKI. Menurutnya, warga tersebut adalah orang mampu yang merasa tidak berhak menerima bantuan.
"Ada 22 paket sembako yang dikembalikan oleh warga yang tinggal di RW 07 Kelurahan Kelapa Gading Barat. Bukan penolakan, mereka merasa bilangnya masih ada warga yang lebih pantas menerima sembako," jelas Harmawan kepada Media Indonesia, Jakarta, Kamis (16/4).
Kejadian pengembalikan sembako itu pada Rabu (15/4) kemarin. Sebagai camat, Harmawan mengaku hanya memonitor apakah bantuan sembako telah sampai ke warga. Ia tidak mengetahui perihal data-data penerima bansos ke warga itu.
Ia mengaku kejadian 'salah sasaran' pemberian sembako itu akan dievaluasi data penerima sembako agar tepat sasaran.
"Kami akan meneliti kembali data mana yang memang sesuai. Kemarin itu Pasar Jaya langsung meminta ketua RW diminta share lokasi untuk drop sembakonya. Kami bakal mengecek lagi karena ini bakal ada tiga kali lagi (pemberian sembako)," jelas Harmawan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Kota Administrasi Jakarta Utara, Aji Antoko, menyebut data penerima bansos ada di Dinas Informatika dan Statistik (Kominfotik).
"Datanya kan satu pintu, dari Kominfotik itu. Kalau kami hanya menyiapkan bantuanya saja. Nah, kami dari Sudin hanya memantau barang itu sudah sampaikan atau belum," jelas Aji.
Menurutnya, peran RT-RW penting untuk meninjau kembali apakah data penerima sembako itu sudah tepat sasaran atau belum.
"Kalau ada warga yang belum dapat bisa lapor ke RT-RW nanti akan dilaporkan ke tingkat provinsi. Kalau ada warga mampu dan pertimbangan RW atau RT bilang itu dialihkan, harus dikembalikan dulu biar Pasar Jaya yang urus," pungkas Aji. (OL-2)
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
MentanĀ Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved