Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Depok menyiapkan dana sebesar Rp43 miliar untuk penanganan wabah korona atau Covid-19. Anggaran tersebut tertulis dalam informasi perkembangan Covid-19 Kota Depok, Kamis (2/4).
Pencairan dana lawan covid -19 dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dialokasikan Rp20 miliar untuk pemenuhan kebutuhan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
"Anggaran tahap I untuk pemenuhan kebutuhan Dinas Kesehatan dan RSUD sudah digelontorkan, " kata Wali kota Depok Idris Abdul Shomad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4).
Sementara anggaran tahap II untuk kebutuhan RSUD, RS Universitas Indonesia (RSUI), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Dinas Sosial (Dinsos) digelontorkan menyusul. "Tahap II akan secepatnya cair," janjinya.
Namun, Wali kota Idris tak merinci pos-pos sumber dananya. Apakah dari pos dana tak terduga, dana tanggap darurat atau dana pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Depok yang tertunda gara-gara virus covid-19.
Seperti diketahui sebelumnya, pasien suspect atau positif korona di Kota Depok terus bertambah secara signifikan setiap harinya. Karena itu, Depok sudah menjadi daerah tanggap darurat bencana.
Maka itu, idris melalui Instruksi Walikota Nomor: 02 Tahun 2020 tentang pembentukan kampung siaga covid-19, yang memeritahkan seluruh camat dan lurah didaerahnya untuk segera membentuk kampung siaga covid-19 berbasis rukun warga.
Idris mengingatkan para camat dan lurah berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta sekolah relawan dalam pembentukan kampung siaga covid-19.
Gugus Tugas Perceparan Penanganan Covid 29 Kota Depok membeberkan hingga malam ini Kamis (2/4) mendata orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.603 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 417 orang, positif virus sebanyak 50 orang, sembuh 10 orang. Jumlah PDP yang meninggal hingga saat ini mencapai 18 orang. (OL-13)
Baca Juga: Melanggar Instruksi Isolasi, Jerome Boateng Didenda
Baca Juga: Digelar Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di Empat Provinsi
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved