Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas, mengungkapkan DKI bakal menggandeng rumah sakit swasta untuk dijadikan rumah sakit rujukan bagi pasien korona.
"Besok kita akan melakukan pertemuan dengan pimpinan dari grup besar rumah sakit, seperti Mayapada Group, Siloam Group, Hermina Group, dan sebagainya. Rumah sakit swasta itu kemungkinan dapat digunakan sebagai rumah sakit rujukan," kata Weningtyas di Gedung Balai Kota Jakarta, Selasa (17/3).
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah tiga rumah sakit rujukan buat menampung pasien terjangkit virus korona di ibu kota. Tiga RS rujukan yakni RS Duren Sawit Jakarta Timur RS Pelni Jakarta Barat dan RS Tarakan, Jakarta Pusat.
"Tiga RS rujukan itu sudah dapat menerima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif (covid 19)," kata Weningtyas.
Baca juga: Jam Operasional Hiburan Malam di Jakarta Akan Dibatasi
Weningtyas juga mengungkapkan sebanyak 300 tempat tidur telah disiapkan untuk menampung pasien korona.
"Selanjutnya akan kita siapkan 500 tempat tidur kedua. 500 bed tersebut sedang kami inventarisir," kata Weningtyas.
Hingga kini tercatat ada 11 RS rujukan buat menangani pasien korona. Yakni RS Polri Jakarta Timur, RS TNI Angkatan Laut Mintoharjo Jakarta Pusat, RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan dan RSUD Cengkareng Jakarta Barat.
Kemudian Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta Utara, RSUP Persahabatan Jakarta Timur, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta Pusat.
Weningtyas menyebut sudah melakukan pertemuan dengan jejaring laboratorium yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
"Yaitu Eijkman, Mikrobiologi UI, dan Labkesda. Dimana saat ini telah dilakukan koordinasi persiapan-persiapan, SOP-SOP yang digunakan," tandasnya. (Ins)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved