Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Politikus Partai Gerindra M. Taufik meminta agar semua pihak yang menolak penyelenggaraan balap mobil Fomula E di Monumen Nasional (Monas) untuk menyampaikan penolakannya secara resmi. Namun, dia meminta penolakan didasari argumen yang kuat.
Selama ini Taufik menduga banyak pihak yang hanya berani angkat bicara menolak agenda itu dilaksanakan di Monas tapi tanpa argumen yang mendasar.
"Makanya, pas ada yang nolak, ditanya kenapa menolak. Ada argumennya. Kasih argumen kenapa di Monas, ada dialog. Mensetneg juga sudah setuju. Ini soal penjelasan saja yang belum," kata Taufik saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (20/2).
Baca juga: Formula E jadi Program Strategis Anies
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta menegaskan tidak seluruh kawasan Monas menjadi cagar budaya. "Cagar budaya hanya tugunya saja. Kalau semua cagar budaya, kenapa dibikin jalanan," tukasnya.
Atas dasar tersebut (tidak seluruh kawasan Monas adalah cagar budaya), Taufik berpendapat bahwa Formula E sah-sah saja digelar di Monas.
Menurut Taufik, area yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan lokasi upacara di Monas baru dibangun di era Mantan Gubernur Sutiyoso. Jadi area tersebut tidak bisa dikategorikan cagar budaya
Ia pun menegaskan semua warga Jakarta bebas mempertanyakan hal ini karena untuk kepentingan Jakarta. (OL-14)
Pemprov DKI gelar Perayaan Imlek Jakarta 2026 sepanjang Februari–Maret di Bundaran HI, Monas, TMII hingga Kota Tua untuk dorong pariwisata.
Kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.
Penyediaan fasilitas lift chair di Monumen Nasional t diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, serta pengunjung yang membutuhkan bantuan akses saat menaiki tangga.
Sebanyak 8.263 wisatawan mengunjungi kawasan Monumen Nasional (Monas) pada hari pertama tahun 2026 hingga siang hari
PASUKAN Oranye DLH DKI Jakarta membersihkan ruang publik usai perayaan Malam Tahun Baru 2026. Hasilnya, seluruh titik utama perayaan sudah kembali bersih sebelum pukul 05.00 WIB.
Pemprov DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Monas pada malam Tahun Baru 2026, Rabu (31/12). Sejumlah ruas jalan dialihkan dan ditutup mulai pukul 18.00–01.00 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved