Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Sekretariat Negara membenarkan bahwa proyek revitalisasi di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang saat ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta belum mengantongi izin atau persetujuan dari Menteri Sekretariat Negara. Sesuai Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Di Wilayah Daerah, pembangunan di kawasan Monas diperlukan izin Mensesneg selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan.
"Betul, belum pernah ada pengajuan izin ke Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang diketuai Mensesneg. Semua diatur dalam Keppres itu," kata Sekretaris Kemensetneg Setya Utama saat dikonfirmasi, Rabu (22/1) malam.
Baca juga: Belum Urus Izin, DKI akan Setop Sementara Revitalisasi Monas
Sebelumnya, Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI menghentikan revitalisasi Monas karena belum mendapat izin dari Sekretariat Negara. Mereka menyebut Keppres 25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka menjadi dasar hukum dalam merevitalisasi Monas yang masuk dalam kawasan Medan Merdeka.
Dalam Kepres 25/1995, diatur mengenai Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka. Ketua Komisi Pengarah merangkap anggota yakni Mensesneg. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta ditempatkan sebagai Sekretaris Komisi Pengarah dan juga Badan Pelaksana. Sejumlah tugas Komisi Pengarah ialah memberikan pendapat dan pengarahan ke Badan Pelaksana dan memberikan persetujuan terhadap perencanaan serta pembiayaan pembangunan di kawasan tersebut. (OL-8)
Cari tempat ngabuburit di Jakarta? Monas tetap buka selama Ramadhan 2026! Simak jadwal terbaru kunjungan tugu dan data wisatawan mancanegara selengkapnya
Guna memfasilitasi antusiasme masyarakat, pengelola Monas memberlakukan perpanjangan jam operasional kawasan serta menyajikan atraksi visual khusus pada Senin (16/2) dan Selasa (17/2).
Pemprov DKI gelar Perayaan Imlek Jakarta 2026 sepanjang Februari–Maret di Bundaran HI, Monas, TMII hingga Kota Tua untuk dorong pariwisata.
Kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.
Penyediaan fasilitas lift chair di Monumen Nasional t diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, serta pengunjung yang membutuhkan bantuan akses saat menaiki tangga.
Sebanyak 8.263 wisatawan mengunjungi kawasan Monumen Nasional (Monas) pada hari pertama tahun 2026 hingga siang hari
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved