Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Bekasi mengklaim titik banjir di wilayah setempat berkurang. Dari 49 titik yang ada sejak 2014 silam, saat ini hanya tinggal 36 titik.
“Sudah kami evaluasi saat ini hanya tinggal 36 titik saja dari 49 titik sebelumnya yang ada,” ungkap Kepala DBMSDA Kota Bekasi Arief Maulana, Kamis (14/11).
Arief menyampaikan, dari 36 titik banjir yang ada, wilayah yang masih jadi lokasi langganan adalah di Pondok Gede, Bekasi Utara, dan wilayah sekitar perbatasan antara Bekasi dan Jakarta.
Menurut Arief, berkurangnya titik banjir merupakan merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi yang sudah berusaha menggerakan fungsinya.
“Kami sudah melakukan pengerjaan normalisasi di kali dan saluran-saluran mikro yang ada di dalam lingkungan serta melibatkan masyarakat melalui kegiatan K3 (Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban) setiap hari Sabtu membersihkan saluran,” jelas Arief.
Baca juga: Tangani Sampah di Sungai, Bekasi Dapat Kapal Pembersih Sungai
Selain itu, kata Arief, adanya tandon air buatan (polder) di beberapa kawasan banjir juga ikut berdampak pada penurunan titik banjir.
“Dengan elevasi permukaan tanah yang di bawah laut adanya Polder tersebut amat membantu sebagai parkir air,” imbuh dia.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Yudianto menyampaikan, potensi titik banjir di Kota Bekasi merata di 12 kecamatan. Meski belum tuntas teratasi, sisa titik banjir di Kota Bekasi masih terus dikurangi.
“Belum berkurang semua, di wilayah yang masih masuk dalam kategori titik banjir tinggi genangan sudah perlahan surut,” ungkap Yudi.
Yudi menjelaskan, di Perumahan Pondok Hijau Permai (PHP), misalnya, banjir pada 2017 bisa mancapai 1,5 meter hingga 2 meter. Saat ini, sudah surut menjadi 50-70 centimeter.
Hal ini terjadi lantaran pemerintah sudah menormalisasi beberapa saluran yang berkaitan dengan saluran permikiman di lokasi tersebut.
Seperti, lanjut dia, Kali Sasak Jarang dan crosing bawah tol Jakarta Cikampek yang berada di bawah Perumahan PHP.
“Memang belum tuntas, kita kerjakan secara parsial, kalah mau tuntas artinya harus kita kerjakan dari hulu ke hilir, kebanyakan hulunya bukan di Bekasi,” jelas Yudi.
Sementara itu, Yudi mengaku pemerintah tengah mengurangi genangan banjir yang terjadi di beberapa perumahan di wilayah Pondok Gede dan Jatiwaringin. Pihaknya tengah membangun saluran crossing Buaran dengan dana bantuan DKI Jakarta senilai Rp16 miliar.
“Ini salah satu penanganan banjir di daerah perbatasan dekat DKI Jakarta,” tandas dia. (OL-2)
SUBDIT Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian uang hasil jualan milik pedagang nasi uduk Atnah, 65, di wilayah Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.
POLRES Metro Bekasi menggerebek sebuah rumah kontrakan tempat penyimpanan ribuan butir obat keras daftar G jenis tramadol sekaligus meringkus satu orang pelaku.
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi berkomitmen menyelamatkan sejumlah aset yang berada di wilayah Kota Bekasi sebagai upaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Cari lokasi penukaran uang baru di Bekasi? Cek jadwal SERAMBI 2026, titik kas keliling PINTAR BI, syarat KTP, dan batas maksimal penukaran Rp5,3 juta.
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi memastikan tidak akan ada ruang bagi praktik premanisme di pasar baru Sentra Grosir Cikarang (SGC) usai penertiban 500 lebih lapak pedagang pasar tumpah.
SEORANG pengedar narkotika jenis ganja seberat 1,3 kilogram (kg) ditangkap di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved