Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menjadikan pembangunan trotoar sebagai prioritas tahun depan yang diusulkan kenaikan anggaran hingga tiga kali lipat sebesar Rp1,41 triliun dibanding tahun ini hanya Rp473 miliar.
Hal itu pun mau tidak mau membuat pos anggaran lain terpinggirkan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengatakan salah satu anggaran yang tidak menjadi prioritas adalah simpang tak sebidang (STS).
Menurutnya, tahun depan tidak ada lagi pembangunan STS baru melainkan yang ada hanyalah melanjutkan yang sudah diteken tahun ini.
"Jadi tahun ini kan ada empat STS yang anggarannya tahun jamak sampai tahun depan. Ya itu saja yang dibangun. Artinya tidak ada teken kontrak STS baru tahun depan," kata Hari saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (6/10).
Keempat STS yang dibangun tahun ini dan diselesaikam hingga tahun depan tersebut adalah perpanjangan underpass Senen senilai Rp121 miliar, fly over Cakung Rp120,1 miliar, fly over Lenteng Agung Rp136,2 miliar, dan fly over Tanjung Barat Rp140 miliar.
Baca juga : Dua Papan Running Text Raib Dicuri
Hari menyebut di samping adanya peningkatan anggaran pembangunan trotoar, tidak adanya rencana pembangunan STS juga disebabkan pertimbangan faktor lain seperti lalu lintas dan pembangunan infratruktur oleh pemerintah pusat.
Seperti halnya pembangunan fly over Sunter Permai yang dibatalkan tahun ini. Hari menyebut pada lokasi itu akan dibangun proyek jalan layang oleh pemerintah pusat dan proyek jaringan utilitas.
Sehingga pertimbangan kondisi lalu lintas serta adanya proyek infrastruktur lain milik pemerintah pusat menjadi penting meniadakan pembangunan STS baru.
"Jadi kita juga pertimbangkan apakah pembangunan STS itu masih perlu. Karena kita nilai tidak terlalu urgent juga. Kalau yang empat itu kan memang urgen karena selain besinggungan dengan jalur rel juga ada pertemuan banyak arah lalin kendaraan bermotor," ungkapnya.
Hari pun menjamin penaikan anggaran trotoar yang menyebabkan anggaran lain dikurangi tidak akan mengganggu kinerja pembangunan lainnya.(OL-7)
Kampanye itu menjadi ajakan gotong royong membangun negeri melalui bangunan yang kokoh dan tahan lama demi masa depan Indonesia yang lebih kuat.
UNIVERSITAS Teknologi Bandung (UTB) menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar dengan mendorong dosen melanjutkan pendidikan dan kuliah ke luar negeri.
Dengan pembaruan pendidikan, tokoh terdidik seperti Soekarno dan Sutan Sjahrir lahir dan menjadi pelita bagi masyarakatnya.
Idrus menyampaikan bahwa Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, telah menginstruksikan seluruh kader partai untuk berada di barisan terdepan dalam mengawal program pemerintah.
Menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa, BUMD ini menanamkan pondasi bagi masa depan kota dan warganya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved