Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bekasi berencana merehabilitasi infrastruktur penunjang menuju zona Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi.
Tujuannya, agar akses menuju TPA Sumur Batu dan TPST Bantargebang terhindar dari banjir saat musim hujan tiba.
Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih menyampaikan, pemerintah berencana membangun jalan sebagai akses masuk menuju TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang, membangun sheet pile dan menormalisasi Kali Ciasem.
Adapun, pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp14.550.000.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2019.
“Kita lebih fokus pada pembangunan infrastruktur sebab awal tahun lalu akses jalan tertutup luapan banjir Kali Ciasem,” ungkap Kiswati, Kamis (15/8).
Kiswanti menjelaskan, saat ini terjadi penyempitan di Kali Ciasem yang mengalir di sekitar TPA Sumur Batu. Lebar kali tersebut seharusnya adalah 5 meter saat ini hanya kurang lebih 1 meter.
Akibatnya, kata dia, debit air Kali Ciasem meluap saat intensitas hujan tinggi. Selain itu, apabila sisi Kali Ciasem tak segera direhabilitasi, dikhawatirnan material longsor gunungan sampah dari TPA Sumur Batu bisa turun ke dasar kali.
“Awal tahun 2019 kan banjir, kalau penyebab banjirnya tidak kami benahi musim hujan datang tentu air akan kembali menggenangi lokasi, kalau tidak bangun jalan alternatif menuju lokasi pembungan sampah maka antrian masuk truk sampah bakal tambah panjang,” jelas Kiswati.
Baca juga: 3 Langkah Pemprov Atasi Penuhnya TPST Bantargebang
Meski demikian, kata dia, hingga saat ini paket rehabilitasi zona TPA Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi tersebut belum masuk pada tahap lelang. Pihaknya masih menyiapkan kelengkapan administrasinya terlebih dahulu.
“Belum ada target kapan pemenang didapat, sebab saya harus memastikan RKSnya (Rencana Kerja dan Syarat-syarat) benar tidak, RABnya (Rencana Anggaran Biaya) benar tidak, mau lelang pakai metode apa serta pengerjaannya seperti apa. Semua masih disiapkan administrasinya,” tandas dia.
Seperti yang diketahui, pada Senin (8/4) malam gunungan sampah dari TPA Sumur Batu longsor. Material longsor dari gunung tersebut masuk ke dalam Kali Ciasem. Hal ini mengakibatkan kali meluap dan banjir di sekitar TPA Sumur Batu dan TPST Bantargebang.
Akibat dari peristiwa tersebut, tiga truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta terguling, Selasa (9/4).
Plh Kepala Dinas LH Kota Bekasi Kustantinah menambahkan, proses lelang paket rehabilitasi Zona TPA Sumur Batu dipastikan tidak akan makan waktu lama. Namun, pihanya masih harus memastikan kelengkapan administrasi terlebih dahulu.
“Kalau sudah masuk proses lelang saya rasa tidak akan makan waktu lama,” singkat dia. (A-4)
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Sementara satu kematian sudah dikonfirmasi. Dia mengidentifikasi korban tersebut sebagai seorang wanita berusia 22 tahun.
Pemerintah daerah harus tegas menertibkan dan masyarakat perlu sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Beban TPA sudah sangat berat
PRESIDEN Prabowo Subianto menargetkan penyelesaian 100 persen masalah sampah pada tahun 2029. Pemerintah harus lebih gencar melakukan aksi di lapangan.
Pemkot Pekalongan mengatakan sejauh ini sampah masih menjadi persoalan karena masa transisi perubahan dari pengelolaan open dumping menuju pengolahan secara tertutup.
Pemko Padang telah menginstruksikan petugas kebersihan untuk meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, khususnya di kawasan permukiman, pasar dan pusat kuliner.
KEPALA Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan Kota Jakarta Utara akan percontohan nasional dalam pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved