Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCABENCANA banjir bandang yang melanda kawasan Sentani, dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Pemulihan Kawasan Cagar Alam Pegunungan Cyclops, Danau Sentani dan DAS Sentani Tami yang disaksikan Presiden RI Joko Widodo, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (1/4).
“Melalui kesepakatan ini, diharapkan tercapai kolaborasi dan akselerasi program kegiatan untuk percepatan pemulihan kawasan Sentani hingga mengurangi risiko bencana di masa yang akan datang, sehatnya DAS Sentani Tami, serta lestarinya Danau Sentani,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Yuliarto Joko Putranto.
Kesepakatan ini melibatkan Para Pihak, yaitu Menteri LHK, Menteri PUPR, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Gubernur Papua, Bupati Jayapura, Wali Kota Jayapura, Rektor Universitas Cenderawasih, Perwakilan Gereja-gereja, Perwakilan Masyarakat Adat, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia serta beberapa pihak lainnya.
Baca juga : Tingkatkan Rehabilitasi Hutan dan Konservasi Air di Papua
“Nota kesepakatan ini juga merupakan pedoman bersama dalam mendukung pelaksanaan rehabilitasi kawasan pegunungan cyclops secara terencana, terpadu dan menyeluruh yang menjadi tanggung jawab para pihak,” tutur Yuliarto.
Kesepakatan dilatarbelakangi degradasi kondisi ekosistem Danau Sentani dan DAS Sentani Tami, kejadian longsor dan banjir bandang di wilayah Sentani pada 16 Maret 2019 hingga menyebabkan kerusakan permukiman dan lingkungan, serta beberapa infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
Agar tidak terulang kembali, KLHK memberikan empat rekomendasi untuk segera diselesaikan. Pertama adalah mengembalikan kawasan hutan sesuai dengan fungsinya. Kedua, melakukan review tata ruang berdasarkan pertimbangan pengurangan risiko bencana dan mengembangkan skema adaptasi di titik banjir.
Ketiga, internalisasi program rehabilitasi lahan di hulu dan tengah DAS terutama kawasan hutan ke dalam indikasi program tata ruang. Keempat, internalisasi program konservasi tanah dan air berupa Saluran Pembuangan Air (SPA) di lahan pertanian dan permukiman untuk meningkatkan pengaturan.
KLHK juga akan meningkatkan alokasi rehabilitasi hutan dan lahan di Papua dari semula 1.000 hektare menjadi 2.500 hektare, serta peningkatan pembangunan sarana Konservasi Tanah dan Air (KTA), yakni dam penahan erosi (gully plug) serta dam pengendali dan Saluran Pembuangan Air (SPA).(RO/OL-5)
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
Papua merupakan tanah yang sarat dengan nilai-nilai kedamaian
PJ Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyampaikan pentingnya pencegahan dan inovasi teknologi dalam penanganan bencana.
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur terus melakukan normalisasi sungai di belasan titik setempat. Normalisasi dikebut karena saat ini sudah memasuki musim hujan.
Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar ibadah syukur peringatan dua tahun bencana banjir bandang dan longsor dipusatkan di Kemiri, Sentani.
Uncen siap melestarikan dan menjaga CA Cycloop, namun dibutuhkan kajian terkait tanaman yang cocok di tempat tersebut
Rencana perbaikan tanggul baru bisa dilakukan saat sudah musim kemaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved