Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER usus atau secara medis dikenal sebagai kanker kolorektal merupakan salah satu penyakit yang menyerang usus besar, rektum, atau keduanya. Penyakit ini menjadi perhatian serius karena angka kasus dan kematiannya yang masih cukup tinggi, termasuk di Indonesia.
Data Globocan 2012 mencatat, angka kejadian kanker usus di Indonesia mencapai 12,8 per 100 ribu penduduk dewasa, dengan tingkat kematian mencapai 9,5 persen dari seluruh kasus kanker. Secara umum, risiko terkena kanker ini diperkirakan satu dari 20 orang.
Saat ini, kanker usus besar menempati peringkat ketiga sebagai jenis kanker dengan jumlah penderita terbanyak, baik secara global maupun nasional. Meski kerap ditemukan pada kelompok usia 50–60 tahun, sekitar 30 persen kasus di Indonesia justru terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Hal ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini sejak lebih awal.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap munculnya kanker usus adalah pola makan yang tidak sehat, seperti rendahnya asupan serat serta tingginya konsumsi makanan berlemak dan berpengawet. Selain faktor genetik, gaya hidup, terutama pola makan, memegang peran penting dalam meningkatkan atau menurunkan risiko penyakit ini.
Oleh karenanya, berikut enam jenis makanan yang direkomendasikan untuk membantu menurunkan risiko kanker usus:
1. Susu dan produk olahannya
Produk susu kaya akan kalsium yang diyakini dapat menekan pertumbuhan sel abnormal di usus, seperti polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Bagi yang memiliki intoleransi laktosa, suplementasi kalsium dapat menjadi alternatif dengan konsultasi dokter.
2. Biji-bijian utuh (whole grains)
Makanan seperti oatmeal, roti gandum, dan beras merah mengandung serat serta magnesium tinggi. Studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menunjukkan bahwa konsumsi 10 gram biji-bijian per hari dapat membantu menurunkan risiko kanker usus hingga 10 persen.
3. Polong-polongan
Kacang-kacangan seperti kedelai, lentil, dan kacang merah kaya akan serat, vitamin, serta antioksidan. Kandungan flavonoid di dalamnya berperan dalam menghambat pertumbuhan tumor.
4. Sayur dan buah berwarna
Sayuran dan buah yang beragam warna mengandung fitokimia yang mampu melawan peradangan dan menghambat perkembangan sel kanker. Brokoli, kol, dan buah tinggi vitamin C seperti jeruk menjadi pilihan yang dianjurkan.
5. Ikan
Ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan tubuh, termasuk berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker. Meski demikian, manfaatnya terhadap pencegahan kanker usus masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Disarankan menghindari ikan dengan kandungan merkuri tinggi.
6. Makanan tinggi asam folat
Asam folat berfungsi melindungi DNA dari kerusakan. Studi dari Universitas Harvard menunjukkan konsumsi folat dapat menurunkan risiko kanker usus hingga lebih dari 50 persen. Sumbernya antara lain bayam, buncis, jeruk, serta sayuran hijau gelap.
Mengubah pola makan menjadi lebih sehat tidak hanya membantu mencegah kanker usus, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, langkah pencegahan sejak dini menjadi semakin penting. (Fik/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved