Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Pernahkah Anda merasa bosan dengan jalan kaki biasa yang memakan waktu lama namun hasilnya kurang terasa? Kini hadir tren kesehatan bernama Japanese Interval Walking (IWT). Metode ini dikembangkan oleh Dr. Hiroshi Nose dari Universitas Shinshu, Jepang, sebagai solusi olahraga efisien bagi segala usia.
Inti dari metode ini adalah variasi intensitas. Anda tidak berjalan dengan kecepatan yang sama dari awal hingga akhir. Polanya adalah:
Siklus ini diulang sebanyak 5 kali, sehingga total waktu inti adalah 30 menit. Jika dilakukan secara rutin 4 kali seminggu, manfaatnya diklaim melebihi jalan kaki 10.000 langkah biasa.
Penelitian menunjukkan bahwa peserta yang melakukan Japanese Interval Walking selama 5 bulan mengalami peningkatan kekuatan otot paha sebesar 10% dan peningkatan kebugaran aerobik sebesar 20%.
Fluktuasi kecepatan dalam interval melatih jantung untuk memompa darah lebih efisien, yang pada akhirnya membantu menurunkan tekanan darah sistemik.
Karena melibatkan intensitas tinggi (brisk walking), tubuh membakar lebih banyak lemak dibandingkan jalan santai dengan durasi yang sama.
Berbeda dengan lari, Japanese Interval Walking tetap menjaga satu kaki di tanah, sehingga meminimalkan beban pada lutut dan pinggul.
Japanese Interval Walking adalah bukti bahwa olahraga tidak harus rumit atau mahal. Dengan memanfaatkan prinsip interval, jalan kaki sederhana bertransformasi menjadi latihan kardio yang sangat efektif untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Berapa lama hasil mulai terlihat? Biasanya dalam 4-8 minggu rutin, tekanan darah mulai lebih stabil dan napas tidak mudah tersengal saat beraktivitas.
Bolehkah durasinya kurang dari 30 menit? Boleh. Anda bisa membaginya menjadi 10 menit di pagi hari dan 20 menit di sore hari jika jadwal sangat padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved