Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Ibu Hamil & Menyusui Ingin Puasa? Lakukan 7 Trik Ini Agar Janin & Bayi Tetap Sehat

Media Indonesia
21/2/2026 19:00
Ibu Hamil & Menyusui Ingin Puasa? Lakukan 7 Trik Ini Agar Janin & Bayi Tetap Sehat
Ilustrasi(Freepik.com)

 

Menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil dan menyusui memerlukan perhatian khusus. Meskipun diperbolehkan secara agama untuk tidak berpuasa jika merasa tidak mampu, banyak ibu yang tetap ingin menjalankan kewajiban ini. Agar kesehatan ibu dan buah hati tetap terjaga, diperlukan manajemen nutrisi dan hidrasi yang ketat.

Peringatan Medis: Selalu konsultasikan kondisi kehamilan atau masa menyusui Anda kepada dokter sebelum memutuskan berpuasa. Kondisi setiap ibu bersifat unik.

Syarat Medis Ibu Hamil dan Menyusui Boleh Berpuasa

Berdasarkan rekomendasi kesehatan, berikut adalah kriteria umum ibu yang diperbolehkan berpuasa:

  • Ibu tidak sedang dalam kondisi mual muntah hebat (Hyperemesis Gravidarum).
  • Berat badan ibu naik secara konsisten sesuai usia kehamilan.
  • Kadar hemoglobin (Hb) dalam batas normal (tidak anemia).
  • Untuk ibu menyusui, bayi sudah berusia di atas 6 bulan (sudah mendapat MPASI) lebih disarankan daripada saat ASI eksklusif.

Pola Makan Sehat Saat Sahur dan Buka Puasa

Kualitas makanan jauh lebih penting daripada kuantitas. Berikut panduan komposisi piring makan Anda:

Waktu Makan Rekomendasi Menu
Sahur Karbohidrat kompleks (nasi merah/oat), protein tinggi (telur/daging), sayuran berserat tinggi, dan buah mengandung air (semangka/melon).
Buka Puasa Awali dengan 3 butir kurma dan air hangat. Hindari makanan terlalu manis atau berminyak secara berlebihan agar tidak terjadi lonjakan gula darah mendadak.

Manajemen Hidrasi: Metode 2-4-2

Kebutuhan cairan ibu hamil dan menyusui meningkat hingga 2,5 - 3 liter per hari. Untuk memenuhinya tanpa merasa kembung, gunakan pola berikut:

  • 2 Gelas: Saat berbuka puasa hingga makan malam.
  • 4 Gelas: Sepanjang malam (setelah Tarawih hingga sebelum tidur).
  • 2 Gelas: Saat sahur hingga imsak.

Tanda Bahaya: Kapan Harus Membatalkan Puasa?

Jangan memaksakan diri. Segera batalkan puasa jika Anda mengalami gejala berikut:

  1. Pusing, lemas yang ekstrem, atau keringat dingin (gejala hipoglikemia).
  2. Muntah-muntah lebih dari 2 kali.
  3. Gerakan janin terasa berkurang secara signifikan dalam satu hari.
  4. Rasa haus yang sangat hebat disertai dengan frekuensi buang air kecil yang jarang dan urin berwarna pekat.

Kesimpulan

Puasa bagi ibu hamil dan menyusui adalah pilihan yang harus didasari pada kesiapan fisik. Dengan pola makan gizi seimbang, hidrasi yang cukup, serta istirahat yang berkualitas, ibu tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa mengorbankan kesehatan buah hati.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apakah puasa mengurangi produksi ASI?
Secara kualitas (nutrisi mikro), ASI tidak banyak berubah. Namun, jika ibu dehidrasi berat, volume ASI bisa menurun sementara. Pastikan asupan cairan tetap terjaga di malam hari.

Bolehkah ibu hamil trimester pertama puasa?
Trimester pertama adalah masa krusial pembentukan organ janin dan biasanya disertai mual muntah (morning sickness). Sebaiknya hindari berpuasa jika kondisi fisik belum stabil.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya