Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Apa Pengertian Hiperpigmentasi 2026: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya

Media Indonesia
31/1/2026 09:22
Apa Pengertian Hiperpigmentasi 2026: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi(Freepik.com)
 

HIPERPIGMENTASI tetap menjadi salah satu permasalahan kulit yang paling banyak dikeluhkan di Indonesia pada tahun 2026 ini. Paparan sinar matahari tropis yang intens sepanjang tahun, ditambah dengan faktor polusi dan gaya hidup, membuat kulit rentan mengalami perubahan warna yang tidak merata.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi seringkali menurunkan kepercayaan diri. Namun, seiring berkembangnya teknologi dermatologi di tahun 2026, solusi untuk mengatasi flek hitam dan warna kulit tidak merata kini semakin canggih dan efektif. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu hiperpigmentasi, jenis-jenisnya, hingga rekomendasi perawatan terkini.

Apa Itu Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi adalah kondisi medis di mana area kulit tertentu menjadi lebih gelap dibandingkan area sekitarnya. Hal ini terjadi akibat produksi berlebih dari melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, mata, dan rambut kita.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, hiperpigmentasi bisa menjadi tanda adanya kerusakan kulit akibat sinar UV atau masalah kesehatan internal lainnya. Di tahun 2026, kesadaran masyarakat akan kesehatan skin barrier membuat penanganan hiperpigmentasi tidak lagi hanya fokus pada "pemutihan", melainkan pada kesehatan sel kulit secara menyeluruh.

3 Jenis Utama Hiperpigmentasi

Untuk menentukan perawatan yang tepat, Anda harus mengenali jenis hiperpigmentasi yang Anda alami. Berikut adalah tiga kategori utamanya:

1. Melasma

Sering disebut sebagai "topeng kehamilan", melasma ditandai dengan bercak cokelat atau abu-abu yang biasanya muncul di wajah (pipi, dahi, hidung, dan dagu). Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh perubahan hormonal (seperti kehamilan atau penggunaan kontrasepsi) dan diperparah oleh sinar matahari. Wanita jauh lebih rentan mengalami melasma dibandingkan pria.

2. Sunspots (Lentigo Surya)

Dikenal juga sebagai liver spots atau flek penuaan. Bercak ini muncul seiring bertambahnya usia akibat akumulasi paparan sinar matahari tanpa perlindungan yang memadai selama bertahun-tahun. Biasanya muncul di area yang sering terbuka seperti wajah dan punggung tangan.

3. Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)

Ini adalah jenis yang paling sering dialami oleh penderita jerawat. PIH adalah noda bekas luka atau peradangan pada kulit. Ketika jerawat sembuh, kulit memproduksi melanin berlebih sebagai respons terhadap peradangan, meninggalkan noda cokelat atau hitam.

PIH vs. PIE: Apa Bedanya?

Penting untuk membedakan PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation) dengan PIE (Post-Inflammatory Erythema). PIH berwarna cokelat/hitam akibat melanin, sedangkan PIE berwarna kemerahan/ungu akibat pelebaran pembuluh darah. Perawatannya berbeda: PIH butuh pencerah, PIE butuh penenang dan laser vaskular.

Penyebab Utama Hiperpigmentasi

  • Paparan Sinar Matahari (UV): Pemicu nomor satu. Sinar UV menstimulasi melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin sebagai mekanisme pertahanan diri.
  • Peradangan Kulit: Jerawat, eksim, gigitan serangga, atau luka gores dapat memicu produksi pigmen berlebih.
  • Hormon: Fluktuasi estrogen dan progesteron dapat memicu melasma.
  • Obat-obatan: Beberapa obat kemoterapi, antibiotik, dan obat antikejang dapat menyebabkan efek samping berupa hiperpigmentasi.

Strategi Pengobatan Terkini (Update 2026)

Dunia dermatologi di tahun 2026 menawarkan pendekatan multi-modalitas, yaitu menggabungkan perawatan topikal (oles) dengan prosedur klinis untuk hasil maksimal.

1. Bahan Aktif Skincare (Topikal)

Penggunaan skincare dengan bahan aktif yang tepat adalah kunci perawatan harian. Berikut bahan yang terbukti klinis efektif:

Bahan Aktif Fungsi Utama Waktu Penggunaan
Vitamin C Antioksidan, mencerahkan, mencegah pembentukan melanin baru. Pagi (Wajib dengan Sunscreen)
Retinol / Retinaldehyde Mempercepat pergantian sel kulit (cell turnover), memudarkan flek lama. Malam
Tranexamic Acid Sangat efektif untuk Melasma dan PIE, menghambat jalur plasminogen. Pagi & Malam
Alpha Arbutin Alternatif Hydroquinone yang lebih aman, menghambat enzim tyrosinase. Pagi & Malam
Thiamidol Bahan paten yang semakin populer di 2026 karena efektivitas tinggi pada sumber pigmen. Pagi & Malam

2. Prosedur Medis di Klinik

Untuk kasus yang membandel, prosedur klinis memberikan hasil yang lebih cepat. Berikut tren prosedur di tahun 2026:

  • Pico Laser Generasi Baru: Teknologi laser picosecond masih menjadi standar emas (gold standard) di 2026. Laser ini memecah pigmen menjadi partikel debu halus yang mudah dibuang oleh tubuh tanpa merusak permukaan kulit. Kisaran biaya per sesi di klinik terpercaya Jakarta mulai dari Mata Uang Rupiah 2.500.000 hingga 5.000.000.
  • Exosome Therapy: Terapi regeneratif menggunakan eksosom kini sering dikombinasikan dengan microneedling untuk memperbaiki jaringan kulit dan mengurangi flek secara signifikan.
  • Chemical Peeling: Pengelupasan kulit menggunakan asam (Glycolic, TCA) untuk mengangkat lapisan kulit mati yang mengandung pigmen berlebih.

Pencegahan: Kunci Keberhasilan

Semua perawatan di atas akan sia-sia jika Anda tidak melakukan pencegahan. Prinsip utamanya adalah perlindungan:

  1. Sunscreen is Non-Negotiable: Gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 PA++++ setiap hari, bahkan saat mendung atau di dalam ruangan. Di tahun 2026, formula hybrid sunscreen semakin nyaman dan tidak lengket.
  2. Re-apply Sunscreen: Aplikasikan ulang setiap 2-3 jam jika beraktivitas di luar ruangan.
  3. Pelindung Fisik: Gunakan topi lebar, kacamata hitam, dan pakaian tertutup saat matahari sedang terik (pukul 10.00 - 16.00).
  4. Hindari Memencet Jerawat: Trauma fisik pada jerawat adalah jalan tol menuju PIH yang susah hilang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda melihat perubahan bentuk, ukuran, atau warna pada tahi lalat atau bercak hitam yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter kulit (Sp.D.V.E). Deteksi dini sangat penting untuk membedakan hiperpigmentasi biasa dengan keganasan kulit seperti melanoma.

Mengatasi hiperpigmentasi membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Rata-rata perbaikan terlihat setelah 8-12 minggu pemakaian rutin skincare atau beberapa sesi laser. Jangan tergiur dengan krim abal-abal yang menjanjikan hasil instan karena seringkali mengandung merkuri yang berbahaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya