Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Benarkah Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibu? Ini Penjelasan para Peneliti

Intan Safitri
09/3/2026 21:43
Benarkah Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibu? Ini Penjelasan para Peneliti
Ilustrasi(Freepik.com)

BELAKANGAN ini muncul klaim yang menyebut kecerdasan anak lebih banyak diwariskan dari ibu. Teori tersebut berawal dari penelitian genetika yang menyoroti peran kromosom X dalam perkembangan otak.

Dilansir NDTV, sejumlah gen yang berkaitan dengan fungsi kognitif ditemukan berada pada kromosom X. Secara biologis, perempuan memiliki dua kromosom X, sementara laki-laki memiliki kombinasi X dan Y.

Artinya, setiap anak laki-laki akan menerima kromosom X dari ibunya. Sementara anak perempuan menerima satu kromosom X dari ibu dan satu dari ayah. Kondisi ini kemudian memunculkan hipotesis bahwa beberapa kemampuan kognitif bisa lebih sering diwariskan melalui garis ibu.

Namun para ilmuwan menekankan bahwa hal ini tidak berarti kecerdasan sepenuhnya berasal dari ibu. Gen yang memengaruhi kemampuan intelektual tidak hanya berada pada satu kromosom.

Eksperimen yang Memicu Perdebatan

Salah satu penelitian yang sering dikutip dalam pembahasan ini berasal dari eksperimen pada hewan laboratorium. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa tikus dengan gen maternal lebih dominan cenderung memiliki otak yang lebih berkembang.

Sebaliknya, gen dari pihak ayah dalam eksperimen tersebut lebih banyak memengaruhi perkembangan jaringan tubuh. Hasil ini memicu diskusi di kalangan ilmuwan mengenai kemungkinan adanya perbedaan fungsi genetik antara warisan ibu dan ayah.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut berasal dari studi pada hewan. Hasilnya tidak bisa langsung diterapkan pada manusia tanpa penelitian lanjutan yang lebih luas.

Penelitian Modern, Kecerdasan Bersifat Poligenik

Dalam kajian genetika modern, para ilmuwan sepakat bahwa kecerdasan termasuk sifat poligenik. Artinya, kemampuan kognitif dipengaruhi oleh ratusan hingga ribuan gen yang tersebar di berbagai kromosom.

Gen-gen tersebut diwariskan dari kedua orang tua. Dengan kata lain, baik ibu maupun ayah memiliki kontribusi terhadap potensi intelektual anak.

Selain faktor genetik, perkembangan kecerdasan juga dipengaruhi oleh lingkungan. Pendidikan, nutrisi sejak kecil, stimulasi belajar, hingga kondisi sosial keluarga berperan penting dalam membentuk kemampuan kognitif seseorang.

Sejumlah penelitian bahkan memperkirakan bahwa faktor genetika hanya menjelaskan sebagian dari variasi kecerdasan manusia. Sisanya dipengaruhi pengalaman hidup dan lingkungan belajar.

Klaim bahwa kecerdasan anak hanya diwarisi dari ibu merupakan penyederhanaan dari konsep ilmiah yang jauh lebih kompleks. Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan merupakan hasil kombinasi genetika dari kedua orang tua serta pengaruh lingkungan yang kuat.

Sumber: NDTV, GNA



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya