Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAKANGAN ini muncul klaim yang menyebut kecerdasan anak lebih banyak diwariskan dari ibu. Teori tersebut berawal dari penelitian genetika yang menyoroti peran kromosom X dalam perkembangan otak.
Dilansir NDTV, sejumlah gen yang berkaitan dengan fungsi kognitif ditemukan berada pada kromosom X. Secara biologis, perempuan memiliki dua kromosom X, sementara laki-laki memiliki kombinasi X dan Y.
Artinya, setiap anak laki-laki akan menerima kromosom X dari ibunya. Sementara anak perempuan menerima satu kromosom X dari ibu dan satu dari ayah. Kondisi ini kemudian memunculkan hipotesis bahwa beberapa kemampuan kognitif bisa lebih sering diwariskan melalui garis ibu.
Namun para ilmuwan menekankan bahwa hal ini tidak berarti kecerdasan sepenuhnya berasal dari ibu. Gen yang memengaruhi kemampuan intelektual tidak hanya berada pada satu kromosom.
Salah satu penelitian yang sering dikutip dalam pembahasan ini berasal dari eksperimen pada hewan laboratorium. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa tikus dengan gen maternal lebih dominan cenderung memiliki otak yang lebih berkembang.
Sebaliknya, gen dari pihak ayah dalam eksperimen tersebut lebih banyak memengaruhi perkembangan jaringan tubuh. Hasil ini memicu diskusi di kalangan ilmuwan mengenai kemungkinan adanya perbedaan fungsi genetik antara warisan ibu dan ayah.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut berasal dari studi pada hewan. Hasilnya tidak bisa langsung diterapkan pada manusia tanpa penelitian lanjutan yang lebih luas.
Dalam kajian genetika modern, para ilmuwan sepakat bahwa kecerdasan termasuk sifat poligenik. Artinya, kemampuan kognitif dipengaruhi oleh ratusan hingga ribuan gen yang tersebar di berbagai kromosom.
Gen-gen tersebut diwariskan dari kedua orang tua. Dengan kata lain, baik ibu maupun ayah memiliki kontribusi terhadap potensi intelektual anak.
Selain faktor genetik, perkembangan kecerdasan juga dipengaruhi oleh lingkungan. Pendidikan, nutrisi sejak kecil, stimulasi belajar, hingga kondisi sosial keluarga berperan penting dalam membentuk kemampuan kognitif seseorang.
Sejumlah penelitian bahkan memperkirakan bahwa faktor genetika hanya menjelaskan sebagian dari variasi kecerdasan manusia. Sisanya dipengaruhi pengalaman hidup dan lingkungan belajar.
Klaim bahwa kecerdasan anak hanya diwarisi dari ibu merupakan penyederhanaan dari konsep ilmiah yang jauh lebih kompleks. Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan merupakan hasil kombinasi genetika dari kedua orang tua serta pengaruh lingkungan yang kuat.
Sumber: NDTV, GNA
Gen dan DNA menyimpan kode kehidupan yang menentukan pewarisan sifat, kesehatan, hingga asal usul manusia.
Ilmuwan berhasil menunjukkan terobosan penting dalam penelitian down syndrome dengan menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR-Cas9.
Down syndrome bisa diketahui sejak awal kehamilan tepatnya mulai usia kandungan 10 minggu, dengan melakukan pemeriksaan NIPT.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan pada penis dan skrotum.
August Weismann, seorang ahli biologi asal Jerman, dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang mengubah cara kita memandang pewarisan sifat dan evolusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved