Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LIBUR Lebaran bukan hanya soal silaturahmi dan makan ketupat, tapi juga momen yang pas untuk menciptakan kenangan seru bersama keluarga.
Salah satu destinasi wisata yang layak masuk daftar adalah Sungai Palayangan di kawasan Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Tempat ini menawarkan sensasi arung jeram yang memacu adrenalin, tapi tetap aman dan cocok dilakukan bersama keluarga.
Sungai Palayangan dikenal dengan aliran airnya yang jernih dan deras, berpadu dengan panorama alam khas Pangalengan yang masih asri: pegunungan hijau, udara sejuk, dan aroma pinus yang menyegarkan.
Perjalanan dimulai dari Danau Cileunca dan berakhir di Hutan Pinus Rahong, menempuh jalur sungai sepanjang sekitar 5 kilometer dengan durasi kurang lebih 1,5 jam.
Yang menarik, saat musim libur seperti Lebaran, kanan kiri Sungai Palayangan kini ramai oleh aktivitas wisata. Tenda-tenda dan saung-saung glamping berjejer di sepanjang bantaran sungai, menawarkan pengalaman menginap di alam terbuka dengan fasilitas yang nyaman. Suasananya hangat, seru, dan menyatu dengan alam.
Meski termasuk olahraga ekstrem, arung jeram di Palayangan cukup aman untuk pemula dan anak-anak di atas usia 10 tahun. Setiap peserta dibekali pelampung, helm, dan panduan lengkap dari instruktur profesional yang siap mendampingi di setiap perahu.
Selama pengarungan, peserta akan melewati beberapa jeram menantang dengan nama-nama unik seperti Jeram Blender, Jeram Domba, dan Jeram Drop. Setiap jeram membawa sensasi tersendiri—mulai dari teriak bareng, basah-basahan, hingga momen tawa karena hampir jatuh ke sungai.
Sangat berkesan
Hal yang paling berkesan tentu saat satu keluarga bisa saling menyemangati dan bekerja sama untuk menjaga keseimbangan perahu. Ada juga spot-spot tenang. Peserta bisa beristirahat sejenak, berfoto, atau sekadar menikmati suasana hutan pinus yang damai.
Evi Kusumah, salah satu wisatawan asal Jakarta, mengaku senang bisa menikmati jeram Sungai Palayangan. “Airnya jernih banget, udaranya segar, dan kanan kiri sungai tuh indah banget karena banyak lokasi camping yang estetik. Anak-anak juga hepi, apalagi bisa tidur di tenda glamping,” ujarnya.
Hal serupa diakui oleh Panji M Ramadhan, wisatawan asal Garut. “Saya sengaja ajak keluarga besar ke Pangalengan karena ingin suasana Lebaran yang beda. Ternyata memang worth it banget. Alamnya keren, arung jeramnya seru, dan penginapan di tengah hutan pinus itu bikin pengalaman liburan jadi nggak terlupakan.”
Setelah arung jeram selesai, para peserta biasanya disuguhi teh hangat dan gorengan khas Pangalengan. Beberapa penyedia jasa wisata juga menawarkan paket lengkap termasuk makan siang dan dokumentasi video agar momen seru ini bisa dikenang selamanya.
Dengan harga paket yang cukup terjangkau dan fasilitas yang memadai, arung jeram di Sungai Palayangan menjadi pilihan pas untuk liburan Lebaran bersama keluarga. Selain memacu adrenalin, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan dalam suasana yang penuh tawa dan semangat.
Jadi, kalau kamu sedang merencanakan liburan keluarga berikutnya, jangan ragu masukkan arung jeram Sungai Palayangan ke dalam agenda. Dijamin seru, segar, dan tak terlupakan
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tiga negara yang mendominasi daftar ini, yakni Vietnam, Jepang, dan Indonesia.
Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.
Berdasarkan data sementara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah per 28 Desember 2025, tercatat sebanyak 431.754 wisatawan berkunjung ke Semarang.
Kampung Buricak Burinong merupakan salah satu kawasan awal pengembangan desa wisata di Sumedang yang dulu dibangun secara bertahap.
Tim Arung Jeram Indonesia merebut medali emas dari nomor junior putra dalam Kejuaraan Dunia Arung Jeram 2025 di Sungai Kampar, Malaysia, yang memasuki hari kedua, Rabu (3/12).
RAFTING atau arung jeram merupakan kegiatan mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat menantang. Wahana rekreasi air ini cukup banyak diminati orang, termasuk perempuan yang berhijab.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Riverboarding Association (IRA). Pesertanya berasal dari berbagai daerah seperti Garut, Bandung, Tasikmalaya, dan Yogyakarta.
Belanting River Tubing saat ini sudah menjadi salah satu destinasi pilihan wisatawan baik dari OKU, maupun Sumsel dan provinsi lain.
PEMERINTAH Kota Tasikmalaya, Jawa Barat akan menggelar kembali Tasik Baseuh di sepanjang aliran Sungai Ciwulan, Kelurahan Cibeuri, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved