Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Hadir di Jalan Natuna, Sate Hadori Menyasar Anak Muda dengan Penataan Semi Kafe

Sugeng Sumariyadi
11/2/2026 18:42
Hadir di Jalan Natuna, Sate Hadori Menyasar Anak Muda dengan Penataan Semi Kafe
Empat cucu H Hadori membuka Sate Hadori di Jalan Natuna, Kota Bandung.(MI/SUMARIYADI)

ADA yang berbeda di Jalan Natuna, Kota Bandung, Rabu (11/2). Di antara deretan kafe dan lokasi kuliner yang menyasar anak muda, ada satu rumah makan baru yang dibuka, yakni Sate Hadori.

Sate Hadori bukan nama baru dalam deretan warung sate di Kota Kembang. Tempat pertama yang dibuka Haji Hadori berada di Jalan Stasiun Selatan, di dalam Terminal Stasiun Hall.

Sate ini menjadi salah satu warung legendaris yang menyediakan beragam menu berbahan daging kambing. Berdiri sejak 1952, dua presiden sudah pernah bertandang dan makan, yakni BJ Habibie dan Joko Widodo.

Sate Hadori di Jalan Natuna no 29 ini merupakan cabang ketiga. Sebelumnya Sate Hadori sudah hadir di Metro Trade Center, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Di Jalan Natuna, sate khas Bandung ini dibuka oleh generasi ketiga, cucu H Hadori. Ada empat cucu yang bergabung di tempat baru ini.

"Di Jalan Natuna ini, kami ingin masuk ke kalangan anak muda. Selama ini, penggemar sate kan didominasi generasi tua," jelas Agung Purnama, salah satu pemilik.

Jalan Natuna dikenal sebagai tempat nongkrong anak-anak muda. Ada beragam kafe dan tempat kuliner yang selalu dipenuhi generasi ini.

Berbeda dengan lokasi Sate Hadori di Jalan Stasiun Selatan, di Jalan Natuna, ruangan di rumah makan ini terasa lebih segar. Dengan penataan kursi khas kafe, suasana terasa lebih homy.

Ruangan yang ada terasa nyaman, hangat, dan akrab layaknya rumah sendiri. Tembok ruangan dihiasi ornamen yang segar, di antaranya dengan hadirnya sejumlah lukisan. Ada juga elemen kayu dan tanaman hias di setiap sudutnya.

Sate Hadori Jalan Natuna menempati bangunan dua lantai. Tempat pembakaran dan gantungan paha kambing berada di halaman dan dekat dengan pintu masuk.


Menu baru


Di lokasi pertamanya, Sate Hadori menyajikan enam menu yang bisa dipilih. Mulai dari sate sinereut, sate kambing polos, sate kambing campur lemak, sate sapi, sate ayam, dan gulai kambing.

"Di Jalan Natuna ini, kami menambah menu baru, yakni gulai kepala kambing dan nasi goreng kambing. Kami menambah variasi baru ini untuk memberikan variasi pilihan bagi penyuka daging kambing," papar Ita Sukmawati, pemilik yang lain.

Khusus sate sinereut ini ialah sate yang diambil dari paha belakang kambing. Bagian yang digunakan merupakan daging paling empuk pada kambing.

Dalam sehari, Ita menambahkan, pihaknya hanya menyediakan 80 tusuk sate sinereut. "Bagian ini memang hanya ada sedikit di paha bagian belakang. Jadi kami hanya bisa menyediakan sedikit," jelasnya.

Di Jalan Natuna, Putri Permata Sari, pemilik ketiga, menargetkan bisa menjual hingga 80 kilogram daging kambing per hari. Daging yang digunakan hanya paha di bagian belakang, karena rasanya yang paling enak dan paling empuk.

"Kami pastikan sate di Jalan Natuna tidak berbeda dengan pusatnya di Stasiun Bandung. Kami tetap mempertahankan resep dan bumbu yang digunakan kakek. Kami mempertahankan cita rasanya yang sudah dikenal dan disukai konsumen," jelasnya.

Daging segar menjadi bahan utama. Daging kambing tidak akan bau, karena diolah di tempat. Potong dan langsung dibakar.

Rahasia kelezatan Sate Hadori terletak pada cara pengolahan daging kambing. Mereka mempertahankan metode tradisional. Daging dipotong presisi, dimarinasi menggunakan bumbu khas yang diwariskan secara turun-temurun. Proses ini menjadikan daging lebih lembut, juicy, dan bebas dari bau amis.

 

 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner