Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan perang Amerika Serikat melalui surat terbuka yang ditujukan langsung kepada publik AS. Ia mempertanyakan apakah konflik yang dipicu pemerintahan Presiden Donald Trump benar-benar sejalan dengan kepentingan rakyat Amerika.
Pernyataan tersebut mencerminkan upaya Teheran membangun narasi alternatif di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Dalam surat yang dipublikasikan di media sosial Rabu waktu setempat, Pezeshkian mengajukan pertanyaan mendasar. Ia juga menyinggung slogan politik Trump.
“Kepentingan rakyat Amerika yang mana yang sebenarnya dilayani oleh perang ini?” ucap Pezeshkian.
“Apakah ‘America First’ benar-benar menjadi prioritas pemerintah Amerika saat ini?” ujarnya.
Pezeshkian menegaskan Iran tidak pernah memilih jalur agresi dalam sejarah modernnya. Dia menilai citra Iran sebagai ancaman merupakan hasil konstruksi politik global.
“Iran tidak pernah memulai perang. Persepsi bahwa kami adalah ancaman lahir dari kepentingan politik dan ekonomi pihak-pihak kuat,” katanya.
Meski demikian, ia membela langkah militer Teheran yang belakangan melancarkan serangan drone dan rudal di kawasan Teluk. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri yang sah.
“Apa yang kami lakukan adalah pertahanan yang sah,” tegasnya.
Dalam surat itu, Pezeshkian juga mencoba memisahkan antara pemerintah AS dan rakyatnya. Ia menyatakan Iran tidak memusuhi masyarakat internasional, termasuk warga Amerika.
“Rakyat Iran tidak memiliki permusuhan terhadap bangsa mana pun, termasuk rakyat Amerika, Eropa, maupun negara tetangga,” ungkapnya.
Dia mengingatkan dunia kini berada di persimpangan berbahaya. Menurutnya, melanjutkan jalur konfrontasi hanya akan memperbesar kerugian semua pihak.
“Melanjutkan konflik akan semakin mahal dan sia-sia,” ujarnya. (Dhk/I-1)
Iran, dia menambahkan, belum menanggapi proposal Amerika Serikat (AS) maupun mengajukan proposalnya sendiri.
Kehadiran pasukan AS dengan kemampuan tempur darat di wilayah yang tengah dilanda konflik aktif menunjukkan kesiapan Washington.
Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS dan menyebut kontak baru sebatas mediator, memukul klaim Washington soal diplomasi.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
FASILITAS gas di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan selama perang Iran Amerika Serikat dan Israel, di tengah perubahan sikap Presiden AS Donald Trump
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved