Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Polandia Tolak Permintan AS Kirim Rudal Patriot ke Timur Tengah demi Keamanan NATO

Haufan Hasyim Salengke
01/4/2026 05:49
Polandia Tolak Permintan AS Kirim Rudal Patriot ke Timur Tengah demi Keamanan NATO
Menteri Pertahanan Nasional Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz menghadiri pertemuan Menteri Pertahanan Grup E5 di Krakow, Polandia, pada 20 Februari 2026.(Jakub Porzycki/Anadolu Agency)

PEMERINTAH Polandia menegaskan tidak akan mengirimkan sistem pertahanan udara Patriot ke Timur Tengah, meskipun muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) secara informal meminta hal tersebut di tengah eskalasi konflik dengan Iran.

Harian Polandia Rzeczpospolita, Selasa (31/3) waktu setempat, melaporkan Washington telah menjajaki kemungkinan pengerahan satu dari dua baterai Patriot milik Polandia untuk memperkuat pertahanan di kawasan tersebut, seiring meningkatnya serangan rudal terhadap pasukan dan sekutu AS.

Namun Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz, langsung membantah wacana itu. Melalui platform X, ia menegaskan bahwa sistem Patriot Polandia tetap difokuskan untuk pertahanan nasional.

“Patriot kami melindungi langit Polandia dan sayap timur NATO. Tidak ada yang berubah dalam hal ini, dan kami tidak berencana memindahkannya ke mana pun,” tulisnya. “Sekutu kami sepenuhnya memahami betapa pentingnya tugas yang kami jalankan di sini. Keamanan Polandia adalah prioritas mutlak.”

Kementerian Pertahanan juga membantah adanya tekanan dari Washington. Juru bicara kementerian, Janusz Sejmej, mengatakan, “Amerika tidak menekan kami dengan cara apa pun dalam hal ini.”

Kepala Staf Umum Polandia, Wieslaw Kukula, turut menepis laporan tersebut dengan menyatakan, “Tidak ada yang meminta hal itu.”

Saat ini Polandia memiliki dua baterai Patriot operasional yang terintegrasi dalam sistem pertahanan udara Wisla dan jaringan komando buatan AS, IBCS. Sistem tersebut berbasis di Sochaczew dan mampu mencegat pesawat serta rudal hingga jarak 100 kilometer.

Sebagai negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Rusia, Belarus, dan Ukraina, Polandia menilai penguatan pertahanan udara domestik menjadi prioritas strategis.

Perdana Menteri Donald Tusk sebelumnya juga menegaskan bahwa Polandia tidak akan mengirim pasukan militer ke Iran.

Di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah, permintaan terhadap sistem Patriot dilaporkan melonjak. Polandia sendiri telah memesan enam baterai tambahan yang dijadwalkan dikirim pada 2027–2029, meski muncul kekhawatiran pengiriman dapat tertunda akibat tingginya permintaan global. (Middle East Monitor/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya