Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Profil Francesca Albanese dan Kontroversi 'Musuh Bersama' yang Mengguncang PBB

mediaindonesia.com
19/2/2026 15:56
Profil Francesca Albanese dan Kontroversi 'Musuh Bersama' yang Mengguncang PBB
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese.(Instagram)

Profil Francesca Albanese: Pelapor Khusus PBB di Pusaran Kontroversi Global

Dunia diplomasi internasional kembali memanas pada awal 2026. Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, kini berada di titik nadir kariernya. Desakan mundur mengalir deras dari kekuatan besar Eropa seperti Prancis dan Jerman. Namun, di balik tuduhan anti-Semitisme yang dialamatkan kepadanya, terdapat narasi kompleks mengenai perjuangan hukum internasional dan perang informasi di era digital.

Fakta Kunci Kontroversi 2026:

  • Tuduhan: Menyebut Israel sebagai "musuh bersama umat manusia" dalam forum di Doha.
  • Negara Penuntut: Prancis, Jerman, Austria, dan Republik Ceko.
  • Pembelaan: Albanese menyatakan videonya dipotong secara manipulatif oleh kelompok lobi.
  • Status: Masih menjabat sebagai Pelapor Khusus PBB (Mandat hingga 2028).

Siapa Francesca Albanese?

Lahir di Italia, Francesca Paola Albanese adalah seorang pakar hukum internasional dan akademisi yang telah lama mendedikasikan risetnya pada masalah pengungsi Palestina. Ia mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina sejak Mei 2022. Mandatnya, yang diperpanjang pada April 2025, bertujuan untuk memantau dan melaporkan pelanggaran HAM di wilayah pendudukan.

Kronologi Kontroversi 'Musuh Bersama'

Pemicu terbaru desakan mundur ini adalah potongan video dari partisipasinya dalam Forum Al Jazeera di Doha pada Februari 2026. Dalam video tersebut, Albanese dituding menyebut Israel sebagai "musuh bersama umat manusia".

Pemerintah Prancis melalui Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot menyatakan pernyataan tersebut "keterlaluan dan tidak dapat diterima" karena dianggap menyerang bangsa, bukan sekadar kebijakan pemerintah. Jerman pun mengikuti langkah serupa, menyebut posisi Albanese tidak lagi dapat dipertahankan.

Pembelaan: Manipulasi dan Konteks

Albanese dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa pernyataannya telah dimanipulasi oleh kelompok lobi tertentu. Menurutnya, istilah "musuh bersama" merujuk pada sistem yang memungkinkan genosida, yang mencakup modal finansial, algoritma yang mengaburkan fakta, dan pasokan senjata, bukan merujuk pada rakyat atau negara Israel secara keseluruhan.

Rekam Jejak dan Tekanan Politik

Ini bukan kali pertama Albanese menjadi sasaran kritik. Sejak awal masa jabatannya, ia telah menghadapi berbagai rintangan:

  1. Komentar Masa Lalu: Pernyataannya pada 2014 tentang "lobi Yahudi" sering diangkat kembali oleh para kritikus sebagai bukti bias.
  2. Sanksi Amerika Serikat: Pada Juli 2025, pemerintah Amerika Serikat di bawah administrasi Trump mengenakan sanksi ekonomi terhadap Albanese, menuduhnya melakukan "perang politik" terhadap Israel.
  3. Laporan Genosida: Albanese adalah pejabat PBB pertama yang secara resmi melaporkan bahwa tindakan Israel di Gaza memenuhi kriteria genosida dalam laporannya ke Dewan HAM PBB pada Maret 2024.

People Also Ask: FAQ Mengenai Francesca Albanese

1. Apakah Pelapor Khusus PBB bisa dipecat?

Secara teknis, Pelapor Khusus adalah ahli independen, bukan staf PBB. Mereka tidak menerima gaji dari PBB (pro bono) dan hanya bisa diberhentikan oleh Dewan HAM PBB jika terbukti melanggar kode etik secara berat.

2. Mengapa Prancis dan Jerman sangat vokal meminta ia mundur?

Prancis dan Jerman memiliki sensitivitas sejarah yang tinggi terhadap anti-Semitisme. Mereka memandang bahwa penggunaan terminologi yang menyamakan sebuah negara dengan "musuh kemanusiaan" telah melampaui batas kritik politik yang sah.

3. Apa dampak sanksi AS terhadap kinerjanya?

Sanksi AS pada 2025 sempat membekukan akses perbankan Albanese, namun ia tetap menjalankan mandatnya dengan dukungan dari berbagai organisasi HAM internasional dan negara-negara berkembang.

Kesimpulan: Independensi di Tengah Polarisasi

Kontroversi Francesca Albanese mencerminkan polarisasi ekstrem dalam memandang konflik Israel-Palestina. Bagi pendukungnya, ia adalah suara keberanian yang mengungkap kebenaran di tengah tekanan negara-negara besar. Bagi kritikusnya, ia adalah aktivis politik yang menggunakan jubah PBB untuk menyebarkan narasi kebencian.

Checklist Keamanan Informasi:

  • Selalu verifikasi sumber video yang beredar di media sosial.
  • Pahami perbedaan antara kritik terhadap kebijakan negara (Anti-Zionisme) dan kebencian terhadap etnis/agama (Anti-Semitisme).
  • Pantau pembaruan resmi dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya